PM Malaysia: Arab Hampir Ogah Investasi Gara-gara Fitnah

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak
Sumber :
  • REUTERS/Olivia Harris

VIVA.co.id – Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak, mengatakan berbagai tuduhan korupsi yang ditujukan kepada dia maupun pemerintahnya selama ini omong kosong semata. Dalam blog pribadi, www.najibrazak.com, Najib mengatakan tuduhan tersebut bahkan hampir membuat Malaysia kehilangan investasi besar.

"Masyarakat Malaysia menjadi korban fitnah dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya hampir kehilangan investasi dari Arab Saudi ketika pihak tertentu menyebarkan kebohongan mengenai perekonomian negara dan menyebut kami hampir bangkrut," kata Najib, dalam tulisan di blognya yang dilansir Worldbuzz, Selasa 21 Maret 2017.

Dengan tegas, Najib menyatakan tuduhan tersebut sama sekali tidak benar. Setelah membuktikan kinerja perekonomian bangsa, Najib mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi bersedia untuk memberikan investasi senilai RM31 miliar di Malaysia, melalui perusahaan minyak Aramco.

Najib juga menuduh salah satu mantan pemimpin Malaysia, yang tak dia sebutkan namanya, menyebabkan perpecahan terhadap negaranya sendiri. Perpecahan tersebut dilakukan dengan mengatakan bahwa Malaysia adalah satu dari 10 negara paling korup di dunia.

"Ini tidak benar. Sebenarnya kita berada di posisi 55 dari 176 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi 2016. Saya merasa aneh bagaimana seorang pemimpin negara membuat nama negara menjadi buruk," ujar Najib.

Najib kemudian mengimbau seluruh masyarakat Malaysia untuk bekerja sama menjadikan negara dan bangsa menjadi lebih baik. Menurutnya, dalam upaya untuk membangun negara, semua masyarakat harus bersatu dan semangat dalam memupuk patriotisme.

"Negara ini milik kita, terlepas dari sudut pandang politik dan ideologi. Saya percaya Malaysia akan terus menjadi negara damai dan sukses," ujarnya. (ren)