Sanksi AS untuk Rusia Bermotif Bisnis

Jet tempur multiguna, MiG-35, salah satu andalan Rusia untuk di ekspor.
Sumber :
  • www.military-today.com

VIVA.co.id – Kengototan Amerika Serikat memberikan sanksi kepada Rusia, dinilai bermotif bisnis. Sebab, pengenaan sanksi tersebut untuk mematikan perekonomian negara itu, khususnya ekspor persenjataan.

Wakil Ketua Pertama Komite Federasi Dewan Urusan Internasional Rusia, Vladimir Dzhabarov mengatakan, sanksi baru AS terhadap sejumlah perusahaan Rusia, disebabkan oleh keinginan Washington untuk menyingkirkan pasar pertahanan yang kini dikuasai Rusia.

Tetapi, dampak dari sanksi negatif itu sangat kecil. "Terus terang, dampak sanksi tidak berpengaruh pada kemampuan kompleks industri militer Rusia. Kami akan menemukan cara untuk menguatkan kemampuan pertahanan," kata Dzhabarov, seperti dikutip situs Sputniknews, Minggu 26 Maret 2017.

Ia juga menekankan bahwa tidak mungkin pemberlakuan sanksi akan menghancurkan industri militer Rusia. "Saya pikir, itu tidak berdampak serius. Karena, kita hampir tidak memiliki bisnis (militer) dengan pasar Amerika," ungkapnya.

Selain itu, Dzhabarov menambahkan, Rusia tidak harus berpikir untuk merespons balik tindakan AS, dan menjamin bahwa industri pertahanan negeri Beruang Putih ini akan terus beroperasi ke depan.

"Intinya, mereka (AS) ingin mendorong dan memindahkan (pasar militer) dari Rusia," tuturnya, menegaskan.

Sebelumnya, perwakilan Departemen Luar Negeri AS mengatakan, pihaknya telah memberlakukan sanksi baru terhadap delapan perusahaan Rusia, yang berhubungan dengan Iran, Korea Utara, dan Suriah. (asp)