Derita Wanita di Nepal, Tiap Menstruasi Terancam Hewan Buas

Perempuan Nepal dalam sebuah upacara.
Sumber :
  • REUTERS/Navesh Chitrakar

VIVA.co.id – Tulasi Shahi, perempuan berusia 18 tahun dipaksa untuk menghabiskan hari-harinya selama menstruasi di dalam sebuah gubuk. Hal itu dilakukan sebagai suatu tradisi Hindu kuno yang telah menjadi budaya di Nepal selama lebih dari satu dekade.

Praktik ini bernama chhaupadi atau menyingkirkan wanita haid ke kandang hewan dan tempat terpencil selama periode menstruasi dilakukan karena mereka dianggap tidak murni atau kotor.

Organisasi Kemanusiaan WaterAid mengatakan, Shahi dilaporkan meninggal dunia setelah digigit ular berbisa pada saat berada di gubuk, tempat ia harus tidur selama menstruasi.

"Jika dia diberi perawatan yang tepat, dia akan bertahan. Dia meninggal karena masih banyak orang yang percaya akan takhayul," kata sepupu Shahi, Kamala Shahi sebagaimana dikutip Metro, Kamis 13 Juli 2017.

Chief Executive WaterAid, Tim Wainwright mengatakan kasus ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Sebab setiap harinya ada anak perempuan dan wanita dewasa di beberapa bagian Nepal yang dipaksa tinggal di luar komunitas hanya karena sedang menstruasi. Padahal mereka bisa terancam serangan binatang buas.

"Praktik kuno ini mungkin adalah contoh paling akut bagaimana stigmatisasi menstruasi menimpa kehidupan sehari-hari seorang perempuan," kata Wainwright.

Padahal chhaupadi dilarang sejak tahun 2005 oleh Mahkamah Agung Nepal. Namun laporan tentang wanita dan anak perempuan yang meninggal karena serangan binatang liar dan gigitan ular atau diperkosa saat diasingkan
menunjukkan bahwa praktik kuno tersebut masih terjadi di bagian barat Nepal yang terpencil.