Penenggak Miras Oplosan Tewas Bertambah di Malang, 8 Lainnya Kritis

Wakapolres Malang Kota Komisaris Polisi Ari Trestiawan
Sumber :
  • VIVAnews/Lucky Aditya

VIVA – Jumlah korban tewas akibat minuman keras alias miras oplosan di Malang terus bertambah. Setelah sebelumnya tiga orang warga Mojolanggu, Lowokwaru, Kota Malang, meninggal dunia, kini seorang remaja, Firnanda Prasetya, (16 tahun) juga tewas.

Keempatnya merupakan warga Jalan Simpang Candi Panggung, Mojolangu. Mereka menggelar pesta miras pada Sabtu malam, 14 September 2019 hingga Minggu dini hari, 15 September 2019. Selain empat orang meregang nyawa yakni, Firnanda, Agus (36 tahun), Afarizal (25 tahun) dan Warnu (60 tahun), delapan orang lainnya juga masih kritis di rumah sakit.

Korban terakhir Firnanda sebenarnya sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang. Namun, dia menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa malam, 17 September 2019. Jenazah Firnanda dimakamkan pada Rabu, 18 September 2019 di TPU Panggungrejo, Kota Malang.

"Meninggalnya kemarin malam dan baru dimakamkan tadi pagi. Dia ini anak putus sekolah, seharusnya dia anak kelas 1 SMA. Karena dia memang dari keluarga ekonomi pas-pasan," kata Ketua RW setempat, Watiah.

Belasan warga Mojolangu ini diduga keracunan miras oplosan. Pesta miras dilakukan saat melakukan bersih-bersih punden sebagai persiapan Bersih Desa 1 Suro pada Minggu, 15 September 2019. Polisi kini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti zat kimia apa yang membuat belasan warga keracunan hingga meninggal dunia.

Wakil Kepala Polres Malang Kota, Komisaris Polisi Ari Trestiawan membenarkan jika korban meninggal dunia telah sebanyak 4 orang. Polisi juga telah melakukan olah TKP ulang. Selain itu, berdasarkan keterangan saksi korban tiga penjual miras di wilayah Lowokwaru dan Blimbing Kota Malang turut diperiksa.

"Korban empat meninggal dunia. Tim masih bergerak Polres, Polsek dan Tim Labfor Polda Jatim. Sempel darah dan urine sedang diteliti. Kami juga sudah melakukan olah TKP lagi. Kami memeriksa saksi-saksi keterangan dari korban. Kami juga memeriksa beberapa orang yang diindikasikan miras ini berasal. Masih kami periksa mereka tiga orang ini penjual miras," tutur Ari.