PPSU Jadi Korban Tabrak Lari, Anies ke Pelaku: Hai Kau Pengecut

Anies Baswedan Ikut Melepas Jenazah PPSU yang Menjadi Korban Tabrak Lari
Sumber :
  • Instagram Anies Baswedan

VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan begitu geram dengan seorang pengendara yang menabrak seorang Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) bernama Taka (43), hingga meninggal dunia. Korban ditabrak di Jalan YOS Sudarso Jakarta Utara, saat bekerja. 

Anies geram karena sang pengendara motor itu tidak bertanggung jawab atas perbuatannya dan memilih untuk melarikan diri. Peristiwa itu membuat anak-anak almarhum kini menjadi yatim. Bahkan, istri korban baru melahirkan anaknya tiga bulan lalu.

Anies sempat melakukan takziyah ke petugas PPSU yang meninggal tersebut, di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. Gubernur juga ikut menyalatkan jenazah di Masjid Jami' Al-Ihsan Kelapa Gading.

Baca juga: Calon Kepala Daerah Harus Kontrak Politik Bidang Pertanian

Rasa duka dan kekesalan Anies pun disampaikan lewat akun instagram miliknya, @aniesbaswedan seperti dikutip VIVA, Jumat, 24 Juli 2020. Berikut posting-an Anies yang diunggah di akun instagramnya:

Hai kau Pengecut...!! 
Dari persembunyianmu, kau buka berita-berita online. Carilah berita soal petugas PPSU Jakarta. 

Lalu...

Lihatlah wajah Cantika, bayi 3 bulan, ia kini yatim... 
Lihatlah wajah anak Melati, ia kini yatim
Lihatlah wajah istrinya, ia kini janda 

Mereka adalah istri dan anak dari petugas kebersihan yang kau hajar dengan motormu tadi pagi. Dia terkapar, tak lagi bernyawa. Dan kau ngacir... lari!! 

Bukan cuma lepas tanggung jawab, kau menghina diri sendiri. Menghinakan Ibumu, orang tuamu. Seakan ibumu, ayahmu tidak pernah mendidikmu soal tanggung jawab. 

Kau pergi tanpa jejak. Jangankan mengurus ke rumah sakit, ikut berhentipun tidak. Kau tinggalkan ia terkapar di jalanan, kau pikir yang kau tabrak itu gelondongan kayu!?? 

Ketahuilah, dia manusia, namanya Taka. Umurnya 43 tahun. Dia adalah ayah, dia suami. Dia pekerja keras. Dia berjuang untuk keluarganya. Tiap pagi, jam 3 dini hari dia berangkat dari rumah. Dia membersihkan jalanan disaat mayoritas masih  terlelap. 

Sejak pagi air mata istri dan anaknya mengalir tanpa batas. Bayi umur 3 bulan ini digendong dan ditatap sendu oleh ibunya. Bayi itu terus menerus senyum, tidak ada suara tangis darinya; seakan menghibur ibunya yang sedang runtuh perasaannya, menghibur kakaknya yang sedang duka tak terbatas. Bayi itu dinamai ayahnya: Cahaya Cantika. Bayi itu kelak hanya bisa lihat foto ayahnya. 

Keluarga amat sederhana itu siang tadi pulang ke Indramayu, membawa pulang jenazah suami dan ayahnya. Ratusan petugas PPSU ikut melepas. Bayi Cantika digendong ibunya, duduk di kursi depan. Saat sirene berbunyi, kendaraan bergerak, dan suasana haru memuncak. Taka diantar pulang ke kampung halaman untuk selamanya...

Hai Kau penabrak lari...  Datangi kami, laporkan diri. Ambil tanggung-jawab. Mintalah maaf dari keluarganya dan ampun dariNya. Lalu, hadapi hukum dan pengadilan di tanah ini. Semoga itu bisa meringankan bebanmu. 

Tapi kalau Kau terus sembunyi. Ingat, Kau mungkin bisa melarikan diri dari tanggung-jawab di dunia, tapi ingat kau tidak akan bisa lepas dari tanggung-jawab dihadapan Allah Sang Maha Menghakim, Al Hakam. Jangan harap kau bisa ngacir dari pengadilanNya. 

Buat kita semua, doakan Taka. Doakan keluarganya. Allahyarham Taka ditinggikan derajatnya di sisi Allah, dimuliakan tempatnya, dan dilipatgandakan hitungan pahala atas setiap amalnya.