Tanggul Air Laut Muara Baru Rembes, Warga Was-was Banjir

Tanggul air laut di Muara Baru rembes
Sumber :
  • YouTube: Kacong Explore

Jakarta – Jakarta tenggelam seperti bukan menjadi isapan jempol belaka. Pasalnya, sejumlah wilayah di pesisir Utara Jakarta membuktikan bahwa naiknya level air laut dan turunnya permukaan tanah telah terjadi.

Di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, misalnya, daratan sudah lebih renda dibandingkan dengan permukaan air laut. Hal ini diketahui dari video yang dibagikan channel YouTube Kacong Explore.

Musala di Muara Baru tergenang air laut

Photo :
  • YouTube: Kacong Explore

Warga sekitar sangat bergantung dengan tanggul beton setinggi kurang lebih 2 meter sebagai pembatas antara lautan dan pemukiman mereka.

Tampak pada area luar tembok pembatas, terdapat bangunan musala yang dulu berada di daratan, kini sudah tergenang air. Bukan tidak mungkin nasib pemukiman yang saat ini berada di dalam tangul akan serupa dengan musala tersebut.

Pada bulan Februari lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan penurunan tanah di Jakarta telah mencapai 12 sampai 18 cm per tahun. Kondisi ini terjadi akibat penggunaan berlebihan atau over extraction air tanah oleh masyarakat Jakarta.

Tanggul penahan air laut rembes

Upaya pemerintah dalam mencegah tenggelamnya Jakarta dengan membuat tanggul, nampaknya tidak dapat berjalan efektif dalam waktu lama. Sebab, kini tanggul tersebut sudah mulai rapuh, terlihat rembesan air dari sela-selanya.

Air dari sela rembesan tersebut juga telah menggenangi sekitar area pemukiman warga, bahkan telah membentuk layaknya ‘empang’. Kondisi ini semakin diperburuk dengan banyaknya sampah di sekitar lokasi.


Source : YouTube: Kacong Explore

Seorang tokoh masyarakat bernama Bagus mengatakan, saat ini tanggul setinggi 2 meter itu mulai rembes dan memasuki pemukiman warga. Terlebih ketika air laut pasang, air akan semakin banyak masuk dari sela-sela tembok.

“Sampe sekarang masih bocor, kalo misalkan air pasang, air laut masih masuk kok,” ujar Bagus seperti dilihat Rabu, 27 September 2023.

Bagus mengungkap dahulu wilayah Muara Baru sangat indah dengan pemandangan lautnya. Terdapat sebuah Pelabuhan khusus untuk bersandarnya kapal kayu.

Keindahan itu mulai berubah saat tongkang pengangkut batubara dan pasir ikut berlabuh di sana. Kondisi tanah perlahan mulai ambles hingga air laut menggenangi wilayahnya.

“Dulu enggak ada tanggul, malah tingian daratan daripada lautan, itu sekitar tahun 1999-1998. Itu (dekat bangunan musala) tadinya ada jalanan,” ungkapnya

“Tadinya (pelabuhan) cuma jadi pangkalan kapal kayu, pas saat itu masih bagus jalanan, tapi pas dateng (tonkang) batubara, pasir barulah itu mulai ambles jalanan,” sambungnya

Tanggul air laut di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara

Photo :
  • YouTube: Kacong Explore

Lebih lanjut, Bagus mengungkap sejak musala tersebut tenggelam, warga belum memiliki gantinya sampai saat ini. Sehingga untuk menjalankan aktivitas ibadah, mereka harus berjalan jauh ke masjid terdekat.

“Saya sebagai warga kecil, berharap supaya (dibuatkan) lagi lah muslanya, karena itu kan Sejarah bagi kita, karena kalau mau salat Jumat, tarawih (saat Ramadhan) yang tadinya kita dekat sekarang harus jalan jauh,” kata dia

“Terus ketika warga saya ada yang meninggal susah kita mau mengurusnya, harus jalan dulu jauh, udah gitu di sini jalannya sempit buat gotong,” pungkasnya