Ahok Janji Robohkan Tembok Rumah Mewah

Ahok dan poster rivalnya di Pilkada DKI
Sumber :
  • VIVA.co.id / Fajar GM

VIVA.co.id – Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama berjanji merobohkan tembok sebuah perumahan mewah berbentuk cluster/town house di kawasan Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Keberadaan tembok yang memisahkan lingkungan perumahan mewah dengan permukiman warga di sekitarnya dituding menjadi penyebab banjir kerap terjadi di kawasan permukiman.

"Nanti kami cek ini. Tunggu saya balik dari cuti, saya cek. Kalau memang dia (pengembang town house) salah, saya suruh bongkar Pak, enggak ada pilihan. Harus dibongkar," ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, saat 'blusukan' dalam rangka berkampanye di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017, Selasa, 6 Desember 2016.

Ahok mendapati laporan banjir masih kerap terjadi. Padahal, kawasan Cipete Selatan merupakan kawasan yang pembenahan saluran airnya diprioritaskan Pemerintah Provinsi DKI.

Menurut Ahok, banjir disebabkan saluran air yang sudah ada diubah pengembang perumahan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan untuk keperluan lingkungan baru yang mereka bangun.

Ia membuka sebuah penutup got untuk memastikannya. Ia melihat ternyata saluran air dipotong sehingga tak melintasi lingkungan perumahan mewah.

Saluran air dibentuk melingkari batas perumahan mewah. Saat limpahan air meninggi, bukannya lancar terbuang ke hilir saluran, air bisa meluap menggenangi permukiman di sekitar perumahan mewah. "Ngaco nih orang (pengembang perumahan). Gotnya jadi di luar kompleks dia," ujarnya.

Ahok mengatakan, hal itu lazim dilakukan pengembang perumahan di Jakarta Selatan. Demi membuat perumahan eksklusif yang terpisah dari lingkungan sekitarnya, mereka mengubah kondisi lingkungan.

Akibatnya, Jakarta Selatan masih dikenal sebagai kawasan yang kerap dilanda banjir meski pemerintah telah melakukan pembenahan banyak kondisi saluran air untuk melancarkan pelimpahan air ke hilir.

Padahal, secara logika, Jakarta Selatan yang merupakan daerah dataran yang lebih tinggi adalah daerah yang tidak seharusnya mengalami kondisi genangan.

"Semua perumahan, saya lihat di (Jakarta) Selatan itu nakal. Dia ubah kondisi lingkungan, tenggelam kampung," ujar Ahok. (ase)