Besok, Ribuan Mahasiswa Demo di DPR dan Istana

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono.
Sumber :
  • VIVA/Nur Faishal

VIVA.co.id – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia akan melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR dan Istana Negara, Kamis, 12 Januari 2017.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan perihal rencana aksi tersebut. "Ya, rencana aksi dari mahasiswa BEM se-Indonesia besok pukul 09.00 WIB. Tuntutannya masalah kenaikan harga cabai dan BBM," ujar Argo, Rabu, 11 Januari 2017.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menerima pemberitahuan dari koordinator aksi. Massa yang akan ikut berjumlah sekitar seribuan. Argo mengaku Kepolisian siap mengawal dan mengamankan aksi tersebut.

"Anggota sudah diplot di posisi masing-masing, diharapkan unjuk rasa aman dan aktivitas masyarakat juga berjalan lancar," kata Argo.

Saat ditanya berapa jumlah personel keamanan yang diturunkan, ia enggan menyebutkan. Namun, ia memastikan bahwa jumlah personel berimbang dengan jumlah massa.

"Pokoknya cukup. Semua anggota dari Polda Metro Jaya dan jajaran kami turunkan. Untuk pengaturan lalin juga anggota yang di lapangan akan mengarahkan jalur apabila terjadi kemacetan," katanya.

Sementara itu, Argo mengimbau massa untuk tidak melakukan tindakan anarki. Massa juga dilarang melakukan aksi bakar ban dan merusak fasilitas umum. "Dilarang membawa benda berbahaya, seperti senjata tajam, narkotika dan lain-lain, bakar ban tidak boleh," tegasnya.

Dari informasi yang diterima, unjuk rasa mahasiswa akan serentak dilaksanakan di 19 titik wilayah di Indonesia. Adapun tuntutan mereka di antaranya, meminta pemerintahan Joko Widodo membuat kebijakan pro rakyat dan menyoroti naiknya berbagai kebutuhan pokok seperti harga cabai, sayur mayur dan bahan makanan lainnya.

Aksi ini juga dilakukan terkait kenaikan bahan kebutuhan hidup lainnya seperti Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), STNK, dan juga BPKB pada awal Tahun 2017 ini yang dirasa sangat membebani kehidupan masyarakat luas. (ase)