Permen yang Diduga Mengandung Narkoba juga Beredar di Bekasi

Seorang anak menunjukkan permen dot.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dani

VIVA.co.id – Peredaran permen dot yang diduga mengandung narkoba juga terjadi di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Permen itu dijual seharga Rp1.000 per buah. Biasanya para pembelinya adalah siswa Sekolah Dasar (SD).

Seorang pedagang asongan di Babelan, Zainal Arifin, mengaku sempat menjual permen dot. Namun, setelah ada kabar permen itu mengandung zat narkoba, dia berhenti menjualnya.

“Saya sudah tidak menjualnya lagi, setelah ada kabar mengandung narkoba,” katanya, Rabu, 8 Maret 2017.

Zainal menambahkan, dulu ia bisa menjual di bawah 10 permen dalam sehari.

Sementara itu, orangtua siswa di salah satu SD di Babelan, Warnengsih (35), khawatir permen itu masih diperjualbelikan di pasaran. Apalagi, permen itu banyak disukai anak-anak.

“Mungkin para pedagang yang masih menjual karena tidak tahu,” katanya.

Gelar Razia

Malah, untuk mengantisipasi anaknya mengkonsumsi permen dot itu, kata Warnengsih, dia membawakan si kecil bekal makanan dari rumah. “Saya sekarang membekali anak saya makanan dari rumah sebelum berangkat ke sekolah,” ujarnya menambahkan.

Pada Selasa, 7 Maret 2017, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menggelar razia permen dot yang diduga mengandung narkoba di sejumlah SD di Surabaya, Jawa Timur. Hasilnya, ratusan permen dot disita dan kini tengah diuji laboratorium.

“Belum tentu narkoba. Patut diduga. Permen-permen itu dikhawatirkan mengandung zat berbahaya untuk dikonsumsi anak-anak, terutama anak TK dan SD," kata Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widiyanto.

Razia itu berawal dari pengakuan pelajar SD yang terjaring razia saat membolos di kawasan Surabaya timur minggu lalu. Pelajar lantas mengaku pusing setelah mengonsumsi permen tersebut. (ren)