Sepenggal Masalah yang Menanti Anies-Sandi di Ibukota

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno direncanakan dilantik pada 16 Oktober 2017. 

Anies mengatakan, tak ada persiapan khusus untuk pelantikan nanti. Dia mengaku hanya mempersiapkan kesehatan dirinya. "Belum ada yang khusus," kata Anies di Jakarta Selatan, Kamis, 5 Oktober 2017.

Setelah resmi dilantik, Anies akan menduduki kursi orang nomor satu di Ibukota. Ketika ditanya prioritas yang akan dilakukan untuk merealisasikan janji kampanyenya, Anies hanya menyarankan awak media mengakses situs jakartamajubersama.com. Laman itu merupakan wadah informasi dari visi misi Anies-Sandi selama 5 tahun
mendatang. 

Sebaiknya, menurut Anies, segala rencana kebijakan dan keputusannya yang dia ambil nanti dijelaskan setelah resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo. 

Sejumlah pekerjaan rumah telah menanti Anies-Sandi. Di antaranya soal kemacetan. Jumlah kendaraan yang setiap hari bertambah, menurut Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, harus dikelola dengan baik. 

"Kalau tidak dikelola ini kendaraan makin banyak, ya makin susah. Ya nanti ada kebijakan apa dari bapak gubernur ya kami  tunggu," ujar  Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2017. 

Dia melanjutkan, "Jangan orang dibebaskan terus beli kendaraan, ini Jakarta sesak sama kendaraan. Sekarang ini kan rasionya setiap orang Jakarta, setiap 4 orang Jakarta itu 1 roda empat. Setiap 2 orang Jakarta
itu 1 sepeda motor."

Tak hanya soal macet. Masalah banjir juga menanti untuk ditangani. Meskipun saat ini genangan telah berkurang, namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus terus mengantisipasi dengan membersihkan gorong-gorong dan normalisasi sungai. 

"Saya pikir banjir juga masih ancaman nih. Kemarin oke lah yang genangan (berkurang). Gorong-gorong yang sudah bersih, PPSU, Dinas Tata Air, kita harus kejar terus pembersihan terus," ujar Saefullah.

Soal transportasi, seperti dikutip dari laman jakartamajubersama.com disebutkan, Anies-Sandi akan membangun sistem transportasi umum yang terintegrasi dalam bentuk interkoneksi antarmoda, perbaikan model manajemen layanan transportasi umum, memperluas daya jangkau transportasi. 

Anies-Sandi juga akan melakukan pengintegrasian sistem transportasi umum dengan pusat pemukiman, pusat aktivitas publik, dan moda transportasi publik dari luar Jakarta.

Terkait masalah banjir, dalam situs yang sama disebutkan, Anies-Sandi akan menangani permasalahan lingkungan di Jakarta yang menjadi penyebab utama banjir, mengembalikan cadangan air tanah. Anies-Sandi juga  mengajak warga Jakarta untuk berpartisipasi dalam berbagai program penanganan banjir.

Anies-Sandi terpilih memimpin Jakarta untuk periode 2017-2022. Mereka mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta, April 2017 lalu. 

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengatakan, pelantikan Anies-Sandi akan bersamaan dengan pelantikan Gubernur Yogyakarta, di Istana Negara, Jakarta.  "Pelantikan tanggal 16 (Oktober 2017). Presiden sudah diagendakan," kata Soni, sapaan akrab Sumarsono.