Satpol PP Jadi Sorotan, Sandiaga Datang Membela

Ilustrasi petugas Satpol PP DKI angkut gerobak PKL.
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

VIVA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta saat ini sedang disorot terkait adanya dugaan pungli terhadap para pedagang kaki lima (PKL). Kabar ini muncul setelah Ombudsman RI memperlihatkan sebuah video oknum Satpol PP yang melakukan aksi kurang terpuji.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, langsung bergerak untuk membuktikan temuan dari Ombudsman itu. Dan dari beberapa temuan, ternyata kasus pungli di Setiabudi dilakukan oknum yang menyamar menjadi satpol PP. Tinggal kasus pungli di Tanah Abang yang kini tengah dikejar Pemprov DKI.

Mengomentari temuan tersebut, Sandiaga mencoba memberikan suntikan semangat bagi jajaran Satpol PP yang tentu kini tengah ‘terpukul’ dengan kabar tersebut. Ia meminta kepada semua Satpol PP untuk tenang menghadapi informasi yang belum sepenuhnya benar tersebut.

"Ini teman-teman lagi disorot tapi jangan down ya. Kalian harus tetap siap, siap enggak?" tegas Sandi S Uno kepada aparat Satpol PP yang berada di sampingnya.

Para Satpol PP pun dengan tegas menjawab siap dalam menghadapi musibah yang saat ini ramai dibicarakan tersebut. Sandi menuturkan, aparat Satpol PP harus tetap menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik dan jangan khawatir dengan tindakan oknum tersebut.

"Kalau ada dari kita akan kita tindak tegas. Tapi kalau misalnya ini adalah penyamaran atau tidak benar, kita angkat yang benar harus benar yang salah itu salah," ujarnya.

Dia pun meminta kepada semua warga kalau ada oknum yang melakukan tidakan tak terpuji untuk segera melaporkannya.

Ya, baru-baru ini, Ombudsman RI tela merilis hasil investigasinya terkait adanya dugaan maladministrasi yang diduga dilakukan Satpol PP di Pasar Tanah Abang, Stasiun Tebet, Setiabudi, Menara Imperium, kawasan Jatinegara, Setiabudi Perbanas, kawasan Stasiun Manggarai.

"Pungutan liar dan pembiaran baik dilakukan oleh oknum Satpol PP maupun oknum di kelurahan setempat," kata Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala.