IPB Buka Jalur Khusus untuk Ketua OSIS

Rektor Institut Pertanian Bogor, Dr Arif Satria, dalam acara Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri di kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 2 Januari 2018.
Sumber :
  • VIVA/Muhammad AR

VIVA – Institut Pertanian Bogor atau IPB akan membuka jalur khusus seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2018. Jalur khusus itu ialah untuk ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS di SMA.

Jalur khusus seleksi itu bentuk proses yang sistematis sebagai wujud komitmen IPB memiliki untuk mencetak pemimpin-pemimpin bangsa.

"Salah satu hal baru yang akan IPB lakukan pada tahun 2018 ini adalah membuka jalur baru seleksi masuk IPB, yaitu jalur ketua OSIS atau jalur talenta kepemimpinan,” kata Rektor IPB, Dr Arif Satria, di Bogor pada Jumat, 2 Februari 2018.

Rektor menjelaskan, ketika minat calon mahasiswa untuk belajar dalam bidang pertanian di berbagai perguruan tinggi semakin menurun, IPB membuka seleksi untuk mencari calon mahasiswa yang memiliki kecintaan pada bidang pertanian.

Mereka juga diutamakan yang memiliki bakat kepemimpinan dan kewirausahaan. Prosesnya melalui seleksi mandiri yang diberi nama Ujian Talenta Masuk IPB (UTMI) yang meliputi, di antaranya mekanisme talent mapping dan tes potensi akademik.

“Kini di era demokrasi dan desentralisasi, ketika kualitas kepemimpinan di pusat dan daerah menjadi salah satu kebutuhan yang sangat mendesak,” kata Rektor.

Karena itulah IPB mengembangkan skema seleksi calon mahasiswa baru jalur khusus bagi ketua OSIS. Skema ini adalah salah satu seleksi mandiri untuk mencari calon mahasiswa yang telah terbukti memiliki jiwa kepemimpinan.

Sebagai Ketua OSIS selama di SMA, kata Rektor, memiliki kemampuan akademik yang memadai untuk menempa pendidikan di IPB. Juga sebagai calon pemimpin yang memiliki kapasitas intelektualitas tinggi dan jiwa kepemimpinan yang kuat.

“Diharapkan skema ini akan menghasilkan calon-calon pemimpin, baik pemimpin nasional, daerah, perusahaan maupun penggerak masyarakat yang memimpin dengan pendekatan scientific, yaitu menerapkan scientific based leadership,” ujarnya.

Lima syarat

Ada lima syarat jika ingin menjadi mahasiswa IPB melalui jalur seleksi ketua OSIS itu. Pertama, siswa lulusan SMA jurusan IPA. Kedua, rataan nilai matematika, fisika, kimia, dan biologi sekurangnya 80. Ketiga, mengajukan lamaran kepada Rektor IPB dengan menyertakan biodata dan kegiatan selama menjadi Ketua OSIS yang disetujui/diketahui oleh kepala sekolah. Keempat, siswa membuat sinopsis kontribusi untuk pembangunan Indonesia di masa depan. Kelima, siswa bersedia mendapatkan pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, dan pelatihan lain.

Lamaran dapat dikirimkan kepada Rektor IPB mulai 1 April-1 Juni 2018. Pengumuman hasil seleksi direncanakan 9 Juli 2018. Keterangan lengkap mengenai penerimaan mahasiswa baru IPB di berbagai jalur mandiri termasuk jalur khusus ketua OSIS akan diunggah di laman resmi Admisi IPB (admisi.ipb.ac.id) pada Februari 2018.
 
“IPB akan mengasah potensi mereka untuk kita jadikan calon-calon pemimpin bangsa, baik di bidang technopreneur, teknokrat, sociopreneur, maupun di bidang lainnya," kata Rektor.

Para ketua OSIS yang telah memiliki kemampuan kepemimpinan, menurutnya, akan menjadi bibit-bibit unggul pemimpin bangsa. "Kelak dengan sentuhan IPB, insya Allah mampu menjadi trend setter perubahan bangsa ini menjadi bangsa Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan mandiri,” ujarnya.
 
Selain jalur baru tersebut, IPB akan menerima calon mahasiswa dari jalur lain. Secara umum seleksi masuk IPB terdiri atas tiga jalur utama, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri, dengan kuota masing-masing sekira 50 persen, 30 persen, dan 20 persen.

Pada tahun 2018, IPB mengalokasikan 130-160 tempat dari kuota total empat ribu mahasiswa untuk jalur khusus ketua OSIS. (ren)