Pasca-Gempa Banten, Garut Dilanda Longsor

Jalan rusak parah akibat longsor dan pergerakan tanah di Garut.
Sumber :
  • VIVA/Diki Hidayat

VIVA - Setelah Jumat, 2 Agustus 2019 malam, terjadi gempa bumi di Provinsi Banten dengan kekuatan 6,9 SR, Polsek Banjarwangi, Garut, Jawa Barat, melaporkan terjadinya bencana tanah longsor yang menimpa areal sawah milik warga.

Kapolsek Banjarwangi, Ipda Masrokan, mengatakan bahwa bencana longsor terjadi Sabtu, 3 Agustus 2019, di Kampung Cimuneng, Desa Mulyajaya, Kecamatan Banjarwangi, Garut. Diduga bukit sawah mengalami pergerakan tanah yang dipicu gempa bumi sehingga terjadi longsor dan menimpa areal pesawahan seluas 1,5 hektare.

"Kemungkinan terjadi pergerakan tanah akibat gempa sehingga menimbulkan tanah retak dan membuat serapan air dari parit menimbulkan tanah menjadi gembur dan labil, karena posisi persawahan berada di pinggiran lembah dan tebing," ujarnya, Minggu 4 Agustus 2019.

Selain sawah, Polsek Banjarwangi juga melaporkan dua rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi Banten. Dua rumah yang rusak berada di Kampung Pasir Kaum, Desa Banjarwangi, Kecamatan Banjarwangi, Garut.

"Ada dua rumah juga yang rusak, dinding rumah permanennya roboh usai digetarkan gempa selama beberapa puluh detik, alhamdulillah tidak ada korban jiwa," kata Masrokan.

Lanjut Masrokan, pihaknya berharap warga masyarakat untuk selalu waspada mengingat Kecamatan Banjarwangi merupakan daerah yang berbukit, sehingga rawan terjadinya bencana alam terutama longsor.

"Terlebih nanti musim hujan, kami selalu mengingatkan warga agar tidak lengah," katanya.