Ada 2 Positif COVID-19, 800 Pedagang Pasar Antri Cimahi Diisolasi

Ilustrasi pasar tradisional
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA – Sejumlah pasar tradisional di Indonesia menjadi sorotan karena berpotensi menjadi pusat penyebaran virus corona atau COVID-19. Bahkan terbukti, ditemukan kasus positif corona dari dalam pasar tradisional. 

Seperti yang terjadi di Pasar Antri Cimahi 15 Mei 2020 lalu, dua pedagang di pasar tersebut setelah dilakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan swab ditemukan positif COVID-19. 

Dengan ditemukannya dua orang positif COVID-19, ratusan pedagang Pasar Antri Kota Cimahi Jawa Barat pun akhirnya diimbau melakukan isolasi mandiri.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini menjelaskan, hasil swab test diterima pihaknya menerima hasil swab test tersebut pada 23 Mei 2020. Dengan temuan dua positif tersebut, isolasi mendiri dan penyemprotan disfektan sekaligus penutupan pasar harus dimaksimalkan.

Baca Juga: Waspada 4 Pintu Masuk Aceh, 1984 Orang dari Sumut Diminta Putar Balik

"Kalau yang pedagangnya sudah jelas kita tutup dulu, jadi memang semuanya sudah untuk isolasi mandiri, semua isolasi diri dulu kan baru dua dari 800 pedagang," ujar Listryarini, Selasa 26 Mei 2020.

Dua orang positif tersebut diketahui merupakan warga Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Untuk warga Cimahi yang positif dirawat tim medis Rumah Sakit Cibabat, sedangkan pasien satu lainnya ditangani tim gugus tugas Kabupaten Bandung Barat.

"Jadi Kita juga tidak bisa mengeneral semua positif, juga gak boleh. Kita juga harus lebih hati-hati juga tapi yang jelas pasar sudah ditutup dulu untuk 14 hari ke depan," katanya.

Saat ini kata Rini, pembersihan pasar menjadi petugas di lapangan. Bahkan Tracking kontak untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) pada temuan kasus positif juga dilakukan untuk wilayah Pasar Antri. 

"Yang jelas kita tentu tracing. Jadi 14 hari ini kita optimalkan untuk tracing. Kemudian disinfektan sudah berjalan kemarin. Mereka harus mandiri kan di kios masing-masing, semuanya (petugas) sudah kita turunkan untuk melakukan disinfektan," katanya.