Libur Panjang, Epidemiolog: Masyarakat Harus Kenali Zona Tujuan Wisata

Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Dr Tri Yunis
Sumber :
  • ANTARA/Muhammad Zulfikar

VIVA – Musim libur panjang di akhir Oktober perlu diantisipasi bagi masyarakat yang hendak berwisata ke sejumlah daerah tujuan wisata. Penting bagi masyarakat yang ingin berwisata untuk mengetahui zona daerah tujuan wisata, apakah masuk zona hijau, kuning, oranye atau merah sehingga bisa mengantisipasi penularan COVID-19.

Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Dr Tri Yunis memberikan tips bagi masyarakat yang ingin berlibur di tengah pandemi seperti ini. Salah satunya adalah mengetahui tujuan wisata dan zona peta penyebaran virus. 

"Pertama, kita harus tahu pergi ke mana. Kalau kita pergi ke kabupaten atau kota zona hijau berarti aman," kata Tri Yunis saat diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Baca: Libur Panjang Akhir Oktober, Satgas COVID-19 Waspada Kasus Harian Naik

Dengan mengetahui zona COVID-19 suatu daerah, maka masyarakat yang ingin berlibur bisa mengantisipasi sedini mungkin dan menghindari daerah zona oranye apalagi merah.

Ia menegaskan masyarakat yang tetap melakukan wisata atau berlibur ke zona oranye atau merah, maka risiko tertular COVID-19 jauh lebih tinggi meskipun hanya sebatas jalan-jalan biasa atau mengunjungi pusat perbelanjaan.

"Bahkan ke zona oranye pun kita tetap berisiko terpapar. Oleh sebab itu, sebaiknya ke zona kuning atau hijau," katanya.

Meskipun demikian, Dr Tri Yunis mengingatkan masyarakat yang ingin liburan tersebut tetap harus mematuhi protokol kesehatan misalnya memakai masker, menjaga jarak fisik termasuk rajin mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir.

Sementara itu, pimpinan yayasan Al-Fachriyah Habib Salim Jindan yang juga salah seorang pemateri mengatakan setiap agama yang diakui oleh Pemerintah Indonesia sejatinya mengajarkan tentang kebersihan dan menjaga keimanan.

Ia mengatakan agama Islam juga mengajarkan tentang kebersihan. Bahkan, sejak kecil anak-anak sudah diajarkan oleh orang tuanya untuk menjaga kebersihan misalnya cuci kaki dan menggosok gigi sebelum tidur. Bahkan, setelah bangun tidur pun harus menjaga kebersihan.

"Agama Islam juga mengajarkan cara makan bahkan beradaptasi dengan lingkungan supaya mengutamakan kebersihan," katanya.

Oleh karena itu, sebagai tokoh agama, Habib Salim Jindan menyakini setiap agama melalui pemimpin masing-masing mengajarkan tentang kebersihan.

Jumlah pasien COVID-19 masih tinggi, maka jangan lupakan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan. (Ant)

#pakaimasker
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitanganpakaisabun
#ingatpesanibu
#satgascovid19