Irjen Fadil Jadi Kapolda Metro, Kandidat Kapolri Tak Terdeteksi

Kapolda Polda Metro Jaya Irjen M. Fadil Imran
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA – Jenderal Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada Januari 2021. Dari jauh-jauh hari, sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai calon kuat Tri Brata (TB) 1 bermunculan. Dari jenderal bintang dua hingga bintang tiga yang dianggap sudah cocok memimpin Korps Bhayangkara tersebut.

Ada beberapa nama yang digadang-gadang menjadi calon kuat Kapolri, di antaranya Inspektur Jendera Nana Sudjana yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, dan juga Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo. Keduanya diketahui merupakan orang yang masuk dalam lingkaran Presiden Jokowi.

Nana diketahui pernah menjadi Kapolresta Solo, mengamankan kampung halaman Jokowi ketika menjabat Wali Kota Surakarta. Maka Nana pun dianggap sebagai calon kuat jika dilihat dari kedekatan dengan Jokowi sejak lama. Namun, tak disangka-sangka, Nana malah dicopot dari jabatan Kapolda gara-gara dianggap abai melihat kerumuman di rumah Habib Rizieq Shihab saat menggelar hajatan pada 14 November 2020 .

Hal ini diamini oleh Ketua Presidium IPW Neta S. Pane. Neta menyebut dicopotnya Nana dari Kapolda Metro Jaya akan memperberat peluang mendapatkan bintang tiga sebagai syarat masuk dalam bursa calon Kapolri.

"Kecuali Jokowi nekat meminta Nana dijadikan bintang tiga pada Desember mendatang, karena pensiunnya Sestama Lemhanas dan Kepala BNN dan dimutasikan ke sana," kata Neta di Jakarta.

Sementara Listyo pernah menjadi tangan kanan Jokowi sebagai ajudan ketika pangkatnya masih komisaris besar polisi. Kedekatan itu yang menjadikan arahan calon kuat bagi Nana dan Listyo. Namun, dari beberapa kali pemilihan Kapolri era Jokowi, memang tidak bisa ditebak.

Saat awal pemerintahan Jokowi, dia pernah mengusulkan Jenderal Budi Gunawan dengan segala kontroversinya. Akhirnya batal melantik BG dan memilih Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kapolri. Setelah Badrodin masuk masa pensiun, Jokowi melirik mantan Kapolda Metro Jaya Jenderal Tito Karnavian.

Tito memang banyak punya prestasi gemilang dan tidak pernah ada malasah hukum. Hal itulah yang membuat fokus Jokowi terpaku pada Tito. Untuk kali ini, pengganti Kapolri pun dianggap tidak bisa terendus meski sudah menyodorkan sejumlah nama jenderal yang ada.

Fadil bukan orang sembarangan

Terpilihnya Fadil sebagai Kapolda Metro Jaya membuat kaget petinggi polisi. Sebab, sebelumnya tidak banyak yang mengira jika Fadil yang dipilih Kapolri Idham Azis menduduki kursi Metro 1. Fadil  sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Fadil bukan orang sembarangan dan lingkaran dia pun ikut mendapat promosi yang strategis. Sejumlah jabatan Kapolres di wilayah Polda Metro Jaya diisi oleh timnya, yang sebetulnya pecah bintang dari pangkat kombes, namun malah dijadikan Kapolres.

Diketahui, Fadil yang lulusan Akpol 1991 yang sekarang masih menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur itu sebelum menjadi pimpinan polisi tertinggi di Polda Metro Jaya diketahui pernah menduduki kursi Direktur Reserse Kriminal Khusus di Polda Metro Jaya. Bahkan, saat masih jadi Dirreskrimus di sana pada tahun 2017 lalu dia pernah menangani kasus yang membelit Habib Rizieq.

Bahkan, dia juga yang menetapkan Rizieq jadi tersangka kasus dugaan chat pornografi dengan wanita bernama Firza Husein. Keduanya jadi tersangka dan diduga melanggar Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 Juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 Juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Kemudian ada juga pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, pada pertengahan tahun 2018, kasus itu disetop alias di-SP3-kan oleh polisi.

Saat pimpin Polda Jatim, Fadil sempat menegur sekaligus mengusir Kapolsek Gubeng Kompol Naufil. Kejadian itu terjadi saat rapat koordinasi pembentukan Kampung Tangguh penanganan Covid-19 di Gedung Sawunggaling, Pemkot Surabaya, 22 Mei 2020. 

Fadil iba-tiba menghentikan paparannya dan menegur Naufil yang tertidur. "Hei Kapolsek, jangan tidur kamu! Kamu keluar saja. Saya minta serius ya, kapolsek jangan main-main," ujar dia.

Tak hanya menegur dan mengusir, Fadil meminta Karo SDM Polda Jatim untuk mengganti Kapolsek tersebut. 

Prestasi Fadil lainnya yakni mengungkap jaringan Muslim Cyber Army (MCA) dan Saracen. Kala itu, Fadil menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Serta Sejumlah kasus yang ia tangani dalam jabatan itu, antara lain, kasus pembajakan film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part I dan kasus ujaran kebencian yang menjerat Buni Yani. (ren)