PAN Ingin Indonesia Desak PBB Beri Sanksi Berat Israel

Aparat polisi Israel mendatangi komplek Masjid Al Aqsa
Sumber :
  • Instagram daarul_quran

VIVA – Tindakan pasukan Israel yang menyerang warga sipil Palestina saat melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsha, mendapat kecaman banyak negara, termasuk Indonesia.

Namun pemerintah Indonesia perlu mendorong PBB, untuk memberi sanksi yang berat kepada Israel atas tindakannya tersebut. 

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional atau PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menilai tindakan kekerasan yang dilakukan oleh polisi Israel memang patut dikutuk. Tindakan kekerasan itu tidak hanya menyisakan luka mendalam bagi warga Palestina, tetapi juga bagi seluruh umat Islam dunia. 

Baca juga: Sekjen PBB Desak Israel untuk Menahan Diri di Yerusalem Timur

Menurut Saleh, Israel jelas-jelas telah menodai bulan suci Ramadhan dan menyakiti warga sipil yang tidak bersalah. Tindakan tersebut sangat bertentangan dengan HAM.

"Ini adalah tindakan yang bertentangan dengan HAM. PBB dan seluruh negara yang bernaung di bawahnya harus mengambil tindakan tegas kepada Israel. Bukankah salah satu fungsi PBB adalah menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia," kata Saleh, kepada wartawan, Senin 10 Mei 2021.

Tindakan kekerasan terhadap warga sipil seperti ini tetap berlanjut, disebabkan tidak adanya sanksi tegas kepada Israel. Ada kesan, bahwa Israel dibiarkan melakukan kekerasan tanpa batas. Bahkan Israel seakan dapat mendikte semua negara sehingga mereka dianggap tidak bersalah. 

"Kita betul-betul berduka. Kasihan kepada warga Palestina. Mereka tidak bisa melakukan banyak hal. Perlawanan mereka sangat tidak berarti. Senjata otomatis hanya dibalas dengan lemparan batu. Ini betul-betul tidak adil," kata mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah itu.

Saleh juga mengaku melihat dalam sebuah video, dimana ada seorang ibu yang meminta agar dunia membuka mata atas kekerasan yang dialami warga Palestina. Oleh karena itu, dalam konteks ini, Fraksi PAN mendesak agar pemerintah Indonesia melakukan upaya-upaya diplomatik agar warga Palestina bisa dilindungi. 

Pemerintah harus berkomunikasi dengan negara-negara lain di PBB, tidak cukup hanya mengutuk. Harus ada sanksi tegas, dan agar ada sanksi, jalur diplomasi dan komunikasi dengan berbagai negara perlu dilakukan paling tidak, di PBB Indonesia harus menyampaikan sikap tegas.

"Indonesia dan Palestina memiliki hubungan sejarah yang sangat panjang. Wajar kalau Indonesia memiliki kepentingan besar bagi perdamaian dan keamanan warga Palestina. Dan sampai hari ini, warga Palestina masih berharap dan selalu memuji keberpihakan dan bantuan Indonesia kepada mereka" ujarnya.