Indonesia dalam Upaya Pengembalian Artefak Sejarah yang Dijarah Belanda

Pecahan fosil Homo Erectus Arkaik di Sangiran, Jawa Tengah
Sumber :

VIVA Nasional – Pemerintah Indonesia telah meminta Belanda, yang merupakan penjajah di masa kolonial untuk mengembalikan delapan koleksi artefak sejarah dari museumnya, termasuk tulang belulang “Manusia Jawa”, fosil pertama spesies Homo erectus yang diyakini sebagai asal mula evolusi manusia.

Artefak yang diklasifikasikan sebagai “jarahan”itu meliputi ke dalamnya juga arca-arca dari kerajaan Hindu kuno di Jawa, Singhasari, barang-barang pribadi milik pahlawan nasional Indonesia, dan tulang belulang yang digali di Jawa pada abad ke-19 oleh ahli paleoantropologi Belanda Eugene Dubois, yang menjadi dikenal sebagai Manusia Jawa.

Fosil Homo erectus

Photo :
  • www.msu.edu

“Tujuan utamanya adalah untuk mengembalikan barang-barang tersebut dan menghasilkan pengetahuan,” Bonnie Triyana, seorang sejarawan dan anggota tim penyelamatan benda cagar budaya Indonesia.

Bonnie mengatakan fokus utama tim adalah koleksi milik negara di museum nasional, termasuk Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis Belanda, yang menampung tulang paha dan tengkorak Manusia Jawa. Permintaan itu diajukan pada Juli 2022 lalu, kata Bonnie.

“Artefak-artefak ini adalah tanda dari peristiwa yang jauh lebih besar,” katanya.

Sebagai koloni Belanda antara 1800 dan 1942, Indonesia dikenal sebagai Hindia Belanda dan merupakan sumber kekayaan penting bagi Belanda karena eksploitasi sumber daya alam dan perdagangan rempah-rempah, logam mulia dan mineral.

Surat kabar harian Trouw melaporkan pada hari Selasa bahwa daftar artefak yang diminta oleh Indonesia sangat luas dan termasuk koleksi lengkap Dubois, yang terdiri dari sekitar 40.000 fosil yang digali di Indonesia antara tahun 1887 dan 1900.

“Mahakarya mutlak dari koleksi Dubois, sisa-sisa yang disebut Manusia Jawa, bahkan disebutkan secara eksplisit,” lapor Trouw.

Seorang juru bicara Naturalis mengatakan kepada surat kabar itu bahwa permintaan seperti itu dari Indonesia diharapkan dan bahwa museum akan bekerja sama, meskipun pertanyaan tentang keamanan artefak perlu ditangani.

“Kami memahami klaim Indonesia. Tetapi pertanyaannya juga: Di mana koleksi tersebut dapat disimpan, diakses, dan diteliti dengan aman? Saya rasa saya tahu jawabannya,” kata Trouw mengutip juru bicara tersebut.

Museum Isabella Stewart Gardner, Belanda

Photo :
  • Facebook/Isabella Stewart Gardner Museum

Outlet berita NRC melaporkan bahwa Bonnie, mengatakan daftar delapan koleksi artefak hanyalah awal, dan bahwa koleksi Dubois dan Manusia Jawa telah menjadi fokus diskusi antara Indonesia dan Belanda sejak 1954. Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1945.

Belanda sebelumnya telah mengembalikan barang-barang museum ke Indonesia, termasuk keris milik pangeran Jawa Diponegoro, yang dikembalikan pada tahun 2020. Kementerian pendidikan dan sains di Belanda, yang mengoordinasikan proses pemulangannya.