Sebelum KKB Bakar Pesawat, Susi Pudjiastuti Sebut Tak Ada Larangan Terbang ke Paro Nduga

Founder perusahaan Susi Air, Susi Pudjiastuti (kanan)
Sumber :
  • VIVA/Yeni Lestari

VIVA Nasional – Founder Susi Air, Susi Pudjiastuti mengatakan tidak ada larangan terbang ke wilayah Nduga, Papua Pegunungan, dari pemerintah yang diterima pihaknya sebelum insiden pembakaran pesawat yang terjadi pada Selasa, 7 Februari 2023 itu. 

Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 itu mengklaim, sejak berdiri tahun 2006, Susi Air selalu melayani penerbangan ke Papua. Mereka memegang teguh pedoman keselamatan, kehati-hatian sesuai dengan medan dan keamanan di Papua.

"Kita biasanya tidak terbang ke tempat yang memang sudah ada indikasi, rumor, ketentuan, ada notam resmi dari pemerintah. Notam itu ya no to air, ketentuan tidak boleh terbang," kata Susi dalam konferensi pers, Rabu, 1 Maret 2023.

Pesawat Susi Air dibakar kelompok KKB, Polisi olah TKP

Photo :
  • ANTARA

Dikatakan Susi, pihaknya selalu berkoordinasi dengan maskapai penerbangan lain mengenai keamanan penerbangan. 

Kata dia, Bandara Paro yang berada di wilayah Nduga, Papua Pegunungan, itu sebenarnya dalam kondisi aman. Terlebih, pemerintah telah menetapkan Bandara Paro sebagai bandara perintis untuk melayani mobilitas masyarakat. Lebih utama kegiatan angkutan udara niaga yang melayani rute penerbangan daerah terpencil.

"Jadi semua yang diterbangi (dilewati) adalah rute perintis dan rute yang aman. (Bandara) Paro itu salah satu rute perintis dan kita terbang ke sana bertahun-tahun menerbangi rute perintis. Rute perintis ini salah satu rute yang ditentukan dalam kontrak dan harus diterbangi Susi Air, itu bandaranya diketahui dan tertulis dalam kontrak," jelasnya.

"Dengan segala kehati-hatian, yang terjadi ini adalah sebuah surprise dan saya sangat prihatin, tidak habis pikir," sambung Susi.

Seperti diketahui, pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI 9368 dibakar oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya di Landasan Terbang Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Selasa, 7 Pebruari 2023. 

Pesawat Susi Air dengan nomor registrasi PK BVY dengan rute Timika-Paro. Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Juinta Omboh (JO) Sembiring aksi teror biadab KKB tersebut. Akibat peristiwa ini, pilot Susi Air Philips Max Mehrtens juga disandera Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) di Nduga, Papua Pegunungan.

"Benar pesawat susi air sudah dibakar. Pelaku pembakaran diduga kuat dilakukan oleh Kelompok Separatis Teroris pimpinan Egianus Kogoya," kata Danrem dalam pesan singkatnya.

Pesawat Susi Air Dilarang Terbang ke Distrik Paro

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkap pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI 9368 telah dilarang terbang ke Distrik Paro, Papua. Larangan terbang itu diberikan lantaran Distrik Paro merupakan wilayah yang rawan.

Namun, kata Yudo, larangan itu tidak diindahkan. Pesawat Susi Air pun tetap memaksakan untuk terbang ke Distrik Paro.

"Sebenarnya dari awal sudah kita larang waktu itu, untuk melaksanakan terbang. Tapi ternyata mereka memaksa. Ternyata daerah di situ sangat kecil sehingga sedikit daerahnya dirasa aman," ujar Yudo usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Februari 2023.

"Ini bandara kan sepi istilahnya, enggak pernah digunakan untuk daerah laksanakan penerbangan. Saya enggak tahu rutenya Susi Air yang dipiloti dari Selandia Baru itu ya mungkin adalah rute penerbangan mereka," imbuhnya.