Johan Budi Tanya Ahmad Sahroni Mahalnya Perawatan Mobil Supercar yang Jadi Sitaan Kejagung

Anggota Komisi III DPR RI, Johan Budi SP
Sumber :
  • DPR RI

Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Johan Budi Sapto Pribowo menyarankan Kejaksaan Agung Republik Indonesia agar berkonsultasi kepada Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengenai perawatan mobil supercar yang menjadi barang bukti sitaan.

Hal itu disampaikan Johan Budi SP, saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Fadil Zumhana, di Gedung DPR, Kompleks Senayan pada Rabu, 14 Juni 2023.

Ahmad Sahroni mengendarai Ferrari

Photo :


“Pemeliharaan barang bukti, barang sitaan. Saya tidak tahu, biasanya kalau sudah masuk penuntutan barang bukti diserahkan. Kalau zaman dulu kalau di KPK itu satu atap. Itu ada biaya untuk memelihara barang sitaan, barang bukti,” kata Johan Budi.

Sehingga, kata mantan Jubir Presiden Jokowi itu, ketika statusnya sudah berkekuatan hukum tetap alias inkracht, terutama barang yang disita kekayaan para pejabat yang tersangkut korupsi itu bentuknya barang mewah seperti mobil Ferrari dan sebagainya.

“Itu kalau tidak dipanasin aja, iya Pak Roni (Sahroni) ya? Pak Roni punya Ferrari bisa ditanya. Kalau tidak dipanasin sehari bisa rusak ya Pak Roni? Itu butuh biaya ya? Kalau tidak salah bensinnya aja mahal itu, sekali panasin bisa ratusan ribu,” jelas mantan Pimpinan KPK ini.

Nah, Johan Budi mempertanyakan apakah dana yang dianggarkan Jampidum Kejaksaan untuk memelihara barang bukti sitaan yang di Kejaksaan. “Karena kalau tidak, apa yang kita maui terhadap pengusutan kasus kemudian bisa mengembalikan keuangan negara, barang yang disita itu menjadi rusak,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengaku kaget karena Johan Budi bicara soal mobil supercar Ferrari. Memang, kata dia, Johan Budi benar bahwa barang-barang sitaan terkait dengan mobil supercar itu agak sedikit harus diperhatikan.

“Karena, itu mobil lumayan nyentrik dari pembiayaan bahan bakar lumayan mahal. Kalau mobil itu tidak berarus listrik setiap hari, maka menyebabkan kelistrikan dan mesinnya tidak hidup. Itu bisa menjadi kerusakan dan kerusakan itu melebihi harga mobilnya. Itu agak unik,” kata Sahroni.

Namun, anggota Fraksi Partai Nasdem ini berkelakar siap menampung titipan barang sitaan mobil supercar tersebut. “Tapi kalau bapak-bapak berkenan, kalau sita supercar Ferrari titip di rumah saya boleh,” katanya.