Indonesia Harus Jadi Pundak Pendidikan Islam Dunia

Milad ke-18 Bayt Alquran
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar
VIVA.co.id
- Kementerian Agama menyebut Indonesia bakal menjadi tumpuan masyarakat Islam dunia terkait pelaksanaan pendidikan Islam. Gejolak sosial politik dituding mengakibatkan perkembangan keislaman di kawasan timur tengah meredup.  


"Mesir, Libya , Suriah, Yaman dan Saudi kini ditimpa musibah konflik, maka Indonesia-lah yang paling memungkinkan untuk mengambil posisi sebagai pusat harapan pendidikan islam dunia," kata Komarudin Amin, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama dalam acara Wisuda dan Pelepasan Santri ke Turki, Program Beasiswa
Tahfidz
Al Quran Dirjen Pendis, Bekerja sama dengan
United Islamic Cultural Centre of Indonesia
, di Gedung Kementerian Agama, Kamis 6 Agustus 2015.


Menyongsong pendidikan Islam dunia, Kementerian Agama pun mulai menetapkan program 10.000
Hafidz dan Hafidzah
Al Qur'an (penghafal Al Quran) pada Pondok Pesantren. Program lain yang juga mulai diterapkan adalah mencetak 5.000 doktor pada perguruan tinggi Islam. 


Kementerian Agama juga bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Islam Indonesia Turki atau
United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI). Itu dilakukan dengan mengirimkan santri penghafal Al Qur'an untuk melanjutkan pendidikan ke Turki.

Lulusan program tersebut, kata Komarudin, ditempatkan di sejumlah pesantren asuhan UICCI di Indonesia dan berbagai negara lain seperti Australia, Jepang, Korea, Filpina, Amerika, dan Rusia.


"Kesemuanya itu dilakukan untuk memperkenalkan dan mendakwahkan Islam yang damai ke masyarakat dunia," katanya.


Tahun 2015 ini, Kementerian Agama dan UICCI mengirimkan 100 santri hafizd Quran untuk melanjutkan studi ke Turki. Mereka mendapat kesempatan untuk mendalami ilmu AlQuran dan studi Islam di negara itu.


UICCI adalah sebuah lembaga yang khusus mempelajari metode menghafal quran dengan cara khusus, termasuk kajian Islam secara keseluruhan.