Misteri Lukisan Bung Karno yang Bisa 'Bernapas'

Lukisan Bung Karno yang nampak hidup.
Sumber :
  • FOTO: VIVA.co.id/Dody Handoko

VIVA.co.id - Lukisan mantan Presiden RI pertama, Soekarno, yang ada di Museum Bung Karno, Blitar kabarnya terlihat hidup. Bagian dadanya terlihat berdetak layaknya orang yang sedang bernapas. Padahal, ketika masih berada di Istana Bogor, lukisan ini biasa saja.

Diketahui, museum ini memang berdiri berhadap-hadapan dengan makam sang proklamator dengan nama museum Bung Karno. Di museum ini, terdapat sebuah lukisan besar dengan ukuran 150 centimeter x 175 cm yang bergambar Bung Karno. Menurut sejumlah orang yang pernah melihatnya, lukisan ini seperti hidup.

“Jika melihat lukisan ini ke bagian jantung Bung Karno, maka seketika tampak bergerak, seolah jantungnya berdetak seperti layaknya orang yang sedang bernapas. Saya pernah menyaksikan sendiri ketika berkunjung ke sana,” ujar Dimas Cokro Pamungkas, budayawan yang tinggal di Jombang, Jawa Timur.

Padahal, lukisan bergambar Bung Karno yang sedang menggunakan jas serta berkopiah ini tergolong lukisan baru. Menurut keterangan salah seorang petugas museum, gambar Bung Karno yang dilukis di atas kanvas ini, dilukis oleh IB Said pada tahun 2001 yang lalu. Seterusnya, setelah diserahkan kepada keluarga sang proklamator yang meninggal 21 Juni 1970 ini, lukisan itu disimpan di Istana Bogor.

Namun, tiga tahun setelah disimpan di Istana Bogor, lukisan bergambar lelaki gagah yang lahir 6 Juni 1901 ini, oleh pihak keluarga kemudian dibawa ke Blitar dan disimpan di Museum Bung Karno. Sejak disimpan di Museum Bung Karno, lukisan bergambar putra pasangan suami isteri R. Sukeni Sosrodiharjo dan Ny. Ida Ayu Nyoman Rai ini tampak hidup. Perisiwa menggemparkan ini muncul ketika perayaan Haul Bung Karno tahun 2004 silam. Pengunjung gempar karena menyaksikan lukisan itu seperti berdetak.

Sebagai museum yang identik dengan Bung Karno, seluruh museum ini berisi barang-barang yang semua ada kaitannya dengan Presiden pertama RI tersebut. Mulai dari uang kuno bergambar Bung Karno yang dapat kembali dengan sendiri ketika digulung, buku-buku milik Bung Karno, foto-foto kegiatan suami Fatmawati ini ketika masih menjadi Presiden. Serta sebuah bendera kuno yang terbuat dari kain penutup dada Fatmawati yang pernah dikibarkan pada tanggal 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok.

Terdapat pula sebuah tas koper besar dari kulit yang selalu dibawa oleh Bung Karno ketika keluar masuk penjara, atau ketika ayah kandung Megawati ini belum menjadi Presiden. Masih banyak lagi barang  milik Bung Karno lainnya yang dipamerkan.

(mus)