Pejabat Minahasa Tenggara Kompak Cukur Plontos

Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, ramai-ramai mencukur rambutnya hingga cepak atau bahkan plontos pada Selasa, 14 Juni 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agustinus Hari

VIVA.co.id – Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, ramai-ramai mencukur rambutnya hingga cepak atau bahkan plontos pada Selasa, 14 Juni 2016.

Aksi bersama-sama memangkas rambut itu sebagai bentuk syukuran atas prestasi Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara yang meraih penilaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian untuk laporan keuangannya dari Badan Pemeriksa Keuangan.

WTP adalah opini atas audit laporan keuangan pemerintah daerah. Jika laporan keuangan diberikan opini jenis ini, artinya auditor meyakini berdasarkan bukti-bukti audit yang dikumpulkan, perusahaan/pemerintah dianggap telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik. Kalau pun ada kesalahan, kesalahannya dianggap tidak material dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan.

Aksi mencukur rambut itu dipimpin langsung Bupati James Sumendap. Tampak tiga tukang cukur berjejer, secara bergantian para pejabat duduk di kursi, rambut hitam yang tampak lebat pun seketika nyaris gundul.

Seisi ruangan kantor Bupati pun sontak ramai. Semua aparatur sipil negara yang hadir tampak bersuka cita. Ada juga yang merasa geli melihat para pejabat itu mencukur rambut.

Arnold Mokosolang, seorang pejabat, mengatakan bahwa aksi itu sebagai penampilan baru di era baru Minahasa Tenggara bisa meraih opini WTP. “Ini juga jadi bentuk kebersamaan dan syukur karena Minahasa Tenggara meraih WTP setelah era kepemimpinan Bupati James Sumendap," katanya.

Robby Sumual, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menjelaskan bahwa semua pejabat ikut dalam kegiatan cukur rambut sebagai bentuk syukur. “Semua ikut mencukur rambut, selain demi kerapian, ini bentuk suka cita dalam kebersamaan," ujarnya.

Menurutnya, hal yang dilakukan sebagai bentuk spontanitas tanpa unsur paksaan. “Namanya juga kebersamaan. Ini spontan kita lakukan karena dalam keadaan bahagia juga dapat WTP," katanya.