BJ Habibie Ultah ke-80, Ini Deretan Kata Mutiaranya

Presiden ketiga RI, BJ Habibie meninggal dunia.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA.co.id – Presiden ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie hari ini Sabtu 25 Juni 2016 genap berusia 80 tahun. Sosok Habibie tak hanya dikenal sebagai Presiden ketiga dan tokoh dirgantara RI saja, tapi juga dikenal melontarkan deretan kata mutiara yang dikagumi.

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA Tuti Marini Puspowardojo. Ia menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Namun, pada 22 Mei 2010, Habibie harus merelakan kepergian istri tercinta ke Rahmatullah.

Lika-liku perjalanan hidup Habibie juga sangat pelik. Pria lulusan Jerman ini juga sempat mengisi pos-pos penting dan memimpin puluhan perusahaan BUMN sebelum menjabat sebagai presiden ketiga RI menggantikan Soeharto. Namun ia terpaksa dilengserkan menyusul referendum Timor-timur.

Nah, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-80, VIVA.co.id merangkum deretan kata mutiara dari pria kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan ini:

Tidak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan seseorang yang membuatmu bahagia dan membuatmu berarti lebih di bandingkan siapa pun.

Cinta itu keikhlasan, tak ada paksaan atau pun rasa pelampiasan.

Jika anda mengimpor gelas, dan jika anda mengimpor meja maka Anda membayar jam kerja orang sana, lebih baik bayarlah jam kerja rakyat kita supaya mereka jadi mandiri.

Jika ada yang menghina Anda anggap saja sebagai pujian bahwa sebenarnya dia berjam jam telah memikirkan Anda, sedang Anda tidak sedetik pun memikirkan dia.

Kegagalan hanya akan ada bila kita menyerah untuk mencoba.

Belajarlah mengucap syukur dari hal hal baik di hidupmu, dan belajarlah menjadi pribadi yang kuat dengan hal hal buruk di hidupmu.

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu anda adalah milik anda namun masa depan adalah milik kita berdua.

Cinta bukan sekadar tatapan satu sama lain melainkan menatap keluar bersama dengan arah yang seirama.

(ren)