Hadapi Mudik, Ini Penanganan Rob di Jalur Semarang-Demak

Rob di jalan Kaligawe Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 25 Juni 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id / Dwi Royanto (Semarang)

VIVA.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah menetapkan status darurat bencana terhadap banjir air laut pasang atau rob di Jalan Pantai Utara Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah. Penanganan ekstra diperlukan agar rob di jalur utama Semarang-Demak itu tak mengganggu pelaksanaan arus mudik lebaran awal Juli nanti.

Hari ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik rob di Kota Lumpia itu. Politisi berambut putih itu mengawali peninjauan di Polder Tawang untuk mengecek ketinggian air yang tertampung di kawasan tersebut.

Ia kemudian melanjutkan sidak ke bawah fly over Jalan Kaligawe yang biasa menjadi titik tumpahnya rob paling tinggi hingga mencapai 80 sentimeter (cm). Saat sore hari, rob yang terus meninggi membuat kemacetan parah serta merendam beberapa kios di kawasan Pantura itu.

Rapat darurat di lokasi itu juga dilakukan dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA-ESDM) Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana.

"Ini (rob) sudah darurat bencana yang ditetapkan Pemkot Semarang. Jadi penanganannya bisa menggunakan dana kebencanaaan, " kata Ganjar di Semarang, Sabtu, 25 Juni 2016.

Untuk penanganan khusus menghadapi mudik, Ganjar meminta agar ada penambahan pompa air dan karung pasir sebagai tanggul di pinggir jalan. Penanganan ini bisa cepat dilakukan mengingat bencana rob telah darurat sehingga anggaran yang ada bisa langsung dicairkan.

“Saya sudah koordinasi dengan Menteri PU (Pekerjaan Umum) sejak minggu lalu, kami sudah dibantu full oleh Kementerian PU, pak Basuki (Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono) turun sendiri. Hari ini kami bekerja sama antara kota provinsi dan pusat,” katanya.

Secara terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, penetapan darurat bencana rob di Semarang dilakukan mengingat makin dekatnya arus mudik yang berlangsung pada 1 Juli mendatang.

"Jadi ini kondisinya siaga bencana (rob). Penanganan harus kami lakukan secepatnya agar pemudik tak kesulitan saat melewati Jalan Kaligawe, " kata pria yang akrab disapa Hendi itu.

Ia menyebutkan, ada 10 pompa dan ribuan tanggul karung sudah diberikan pemerintah pusat. Namun jumlah itu ternyata tidak mencukupi sehingga pihaknya berinisiatif menyewa dan membeli pompa tambahan untuk penanganan darurat. "Targetnya H-7 lebaran (tertangani). Kalau sekarang ruas jalan belum kering," katanya.

Setelah penanganan darurat, kata Hendi, penanganan yang bersifat permanen yakni pembuatan tanggul kawasan rob Jalan Kaligawe akan dilakukan. Mulai di kawasan Genuk, Terminal Terboyo hingga ruas fly over Kaligawe.

Pantauan VIVA.co.id di kawasan itu, sejumlah titik itu kini masih tergenang hingga menimbulkan kemacetan.