Haris Azhar: Kemenkumham Agak Ketakutan

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

VIVA.co.id – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar telah berkoordinasi dengan tiga institusi yaitu Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tentang testimoni yang diunggahnya di media sosial.

Namun, dua institusi lain, Bea Cukai dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) belum berkomunikasi dengan Haris.

"Bea Cukai sepertinya enggak merasa terganggu, Kumham (Kemenkumham) sepertinya menutup diri agak ketakutan, tiga institusi lainnya cukup aktif, saya buka diri untuk interaksi," kata Haris Azhar di acara diskusi di Jakarta Selatan, Rabu, 10 Agustus 2016.

Haris juga meminta kepada tiga institusi, TNI, Polri dan BNN  yang melaporkan dirinya ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri tidak perlu risau dengan testimoni hasil wawancaranya dengan gembong narkoba, Freddy Budiman.

"Khususnya dalam jajaran BNN, TNI dan Polri tidak perlu merasa marah. Meskipun kritik publik sangat tinggi dan mereka bagian dari negara ini, mereka bayar pajak."

Sebelumnya, Haris Azhar mengunggah tulisan di akun Facebook dan Twitter KontraS. Tulisan itu adalah kesaksian Freddy Budiman yang diberi judul “Cerita Busuk dari Seorang Bandit”.

Tulisan itu antara lain memuat tentang pengakuan Freddy telah memberi uang Rp450 miliar ke BNN, Rp90 miliar ke pejabat tertentu Polri dan menggunakan fasilitas mobil pejabat TNI bintang dua. Itu semua diakui Freddy dilakukan selama menyelundupkan narkoba bertahun-tahun. Masih dalam tulisan itu, disebutkan juga bahwa Freddy mengaku pernah berangkat bersama petugas BNN ke pabrik yang memproduksi narkoba di China. 

(mus)