Jokowi Diminta Cari Menteri ESDM yang Nasionalis

Presiden Jokowi.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

VIVA.co.id - Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, berpendapat seorang menteri tidak cukup hanya ahli di bidangnya. Tetapi dia juga harus memiliki integritas dalam memimpin institusinya.

"Yang paling utama, menteri tersebut memiliki integritas dan kepemimpinan. Kalau hanya bicara profesional saja, itu tidak cukup," ujar Komaidi dalam diskusi bertajuk 'Geger Arcandra dan Nasib Sektor ESDM' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 Agustus 2016.

Pernyataan Komaidi ini menanggapi pencopotan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar oleh Presiden Joko Widodo, karena status dua warga negara.

Menurut Komaidi, peristiwa pencopotan itu harus menjadi pembelajaran. Sehingga, ke depan, Menteri ESDM dijabat oleh sosok yang memiliki integritas dan kepemimpinan.

"Di tantangan ini, kita butuh seorang sosok yang memiliki integritas dan kepemimpinan. Kalau memiliki keahlian saja kan bisa dibantu oleh bawahannya. Tapi integritas dan kepemimpinan tidak bisa digantikan. Itu hal personal, masing-masing orang," ujar Komaidi.

Senada, mantan Anggota Tim Mafia Migas, Fahmi Rahdi, dalam kesempatan yang sama juga mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang mencopot dengan hormat Arcandra Tahar dari Menteri ESDM.

Menurutnya, itu langkah yang tepat. Sebab soal kewarganegaraan Arcandra bisa berdampak luas terhadap kebijakannya. "Saya kira itu langkah tepat, dari pada nantinya berlarut-larut jadi meluas," ujar Fahmi.

Meski begitu, Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gajah Mada ini berharap Presiden Jokowi segera mencari pengganti Arcandra. Persoalan ESDM di Tanah Air sangat krusial, sehingga kurang elok jika hanya dijabat pelaksana tugas. Terlebih, Luhut Pandjaitan yang kini ditunjuk sebagai Plt Menteri ESDM juga mengurusi bidang kemaritiman.

Presiden, kata Fahmi, juga harus memastikan Menteri ESDM baru nanti memiliki jiwa merah putih atau jiwa nasional kebangsaan. Sebab, sektor ESDM bersinggungan langsung dengan kekayaan alam Tanah Air.

"Kalau menterinya nanti memiliki jiwa kebangsaan, dia akan memutuskan segala sesuatunya untuk rakyat dari pada ke asing. Dengan jiwa nasional itu menteri baru harus mengembalikan kejayaan alam rakyat Indonesia," ujar Fahmi. (ase)

Laporan: Edwin Firdaus