Marwah Daud Sangat Percaya Kanjeng Dimas Bisa Gandakan Uang

Marwah Daud Ibrahim
Sumber :
  • Antara/ Widodo S Jusuf

VIVA.co.id – Ketua Yayasan Padepokan Kanjeng Taat Pribadi Marwah Daud Ibrahim mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Surabaya, pada Selasa malam, 27 September 2016.

Dia bermaksud menjenguk pengasuh yayasan tersebut, Taat Pribadi, yang ditahan karena terlibat kasus pembunuhan.

Marwah datang ke Polda Jatim didampingi sejumlah pengikut Kanjeng Dimas. Selain menjenguk, wanita berjilbab itu juga menyerahkan surat permohonan perlindungan hukum atas Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Padepokan itu kini dipasang police line dan dijaga ketat polisi.

Kepada wartawan, lulusan American University itu mengakui  dia salah satu pengikut Taat Pribadi atau Kanjeng Dimas. Karena itu, dia membantah opini berkembang bahwa maha gurunya itu mengajarkan paham yang sesat, seperti disampaikan Majelis Ulama Indonesia.

Marwah bahkan meyakini kemampuan Taat Pribadi mendatangkan uang adalah fakta. Menurutnya, kemampuan yang dimiliki Kanjeng Dimas itu sebagai karomah. "Itu anugerah dari Tuhan," ujar Marwah. Sebab itu pengikut Taat Pribadi sangat banyak, ada 23 ribu orang dari seluruh Indonesia.

Atas keyakinannya itu, Marwah bersedia membuktikan Taat Pribadi betul-betul memiliki kemampuan menggandakan atau mendatangkan uang.

"Jika diizinkan melakukan ritual, kami akan datangkan uang di hadapan Presiden," ujar wanita yang pernah menjadi asisten peneliti Bank Dunia itu.

Ditanya soal kasus pembunuhan yang disangkakan Kepolisian kepada Taat Pribadi, Marwah tak bersedia menjawab. Dia menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada tim kuasa hukum. "(Soal kasus pembunuhan) kami serahkan ke kuasa hukum," ujar Marwah.

Menanggapi itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono, mengatakan, penyidik tidak akan terpengaruh dengan apa yang disampaikan Marwah. Penyidik akan mendalami terus kasus pembunuhan yang disangkakan kepada Taat Pribadi.

Argo juga mengaku heran kenapa figur seperti Marwah begitu yakin dan memperlakukan Taat Pribadi selayaknya orang suci. "Padahal MUI sudah mengeluarkan pernyataan bahwa padepokan tersangka menyimpang. Bukan saya yang bilang, tapi MUI," katanya.

Taat Pribadi atau Dimas Kanjeng ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim pada Kamis, 22 September 2016. Dia disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Penangkapan Dimas Kanjeng dikawal hampir seribu polisi.