Panglima Berharap Ada Kabar Baik dari Heli TNI yang Hilang

Ilustrasi/Pencarian pesawat jatuh dengan helikopter
Sumber :
  • ANTARA/Agus Suparto

VIVA.co.id – Sudah lebih dari 24 jam Heli Bell 412 milik TNI AD yang dilaporkan hilang kontak di belantara hutan Kalimantan Timur belum menunjukkan titik terang. Proses pencarian masih terus dilakukan hingga, Jumat, 25 November 2016.

"Mudah-mudahan segera ada kabar baik dan tidak ada hal yang tidak diinginkan. Tolong bantu doa ya," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Makassar Sulawesi Selatan dalam keterangan tertulis.

Heli Bell 412 diketahui melakukan komunikasi terakhir pada pukul 11.29 kepada Malinau Tower usai terbang dari Bandara Tarakan di Kalimantan Utara, Kamis, 24 November 2016.

Dari laporan terakhir, helikopter yang membawa 400 kilogram logistik milik pasukan pengamanan perbatasan ini terbang dengan ketinggian 2.500 feet dan berada di posisi 8 North Miles Malinau Kalimantan Timur.

Menurut Gatot, helikopter ini dioperasionalkan pada tahun 2013 dan memang digunakan untuk mendistribusikan logistik ke pasukan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto mengatakan, saat ini upaya pencarian terus dilakukan baik melalui jalur darat maupun udara. Jalur darat dengan menerjunkan Batalyon Infanteri Raider 614/Raja Pandita Kodam VI Mulawarman. Sedangkan jalur udara dibantu Pesawat TNI AU NAS 332 Super Puma dan Pesawat CN 235, Pesawat TNI AL Cassa AL/U 662 serta maskapai sipil sepeti Pelita Air Service dan Susi Air.

Wuryanto juga memastikan saat kejadian hilang kontak, Heli Bell 412 tersebut dalam kondisi layak terbang. Helikopter ini diawaki oleh Lettu Cpn Abdi, Lettu Cpn Yohanes, Lettu Cpn Ginasa, Sertu Bayu dan Praka Suyanto.

(mus)