Ini Peran Terduga Teroris yang Tewas di Cilegon

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA.co.id – Satu dari empat terduga teroris yang disergap Detasemen Khusus 88 Antiteroris tewas akibat melakukan perlawanan kepada petugas saat diamankan. Satu terduga teroris yang tewas diketahui bernama Nanang Kosim.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Rikwanto mengatakan tiga terduga teroris lain masih hidup dan sudah diamankan. Ketiga terduga teroris tersebut AS, IC dan AB yang mengalami luka tembak di tangan.

Rikwanto menjelaskan keterlibatan Nanang karena mengikuti pertemuan Anshor Daulah di Batu Malang pada 20 sampai 25 November 2015. Bahkan, Nanang sendiri sebagai pengajar teknik persenjataan.

"Merencanakan pelatihan militer di Halmahera yang akan dijadikan sebagai basis pelatihan militer kelompok Anshor Daulah pengganti Poso," ucap Rikhwanto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 23 Maret 2017.

Kemudian, Nanang diduga juga turut menyembunyikan Abu Asybal selama dalam pelarian pasca bom Thamrin 2016 lalu. Selain itu, ia juga bersama Fajrun melakukan latihan membuat bom Gorontalo 2016.

"Mengetahui dan menyembunyikan Andi Baksi pelaku bom gereja Samarinda. Membeli senjata M16 untuk kelompok Anshor Daulah yang sudah direncanakan sejak 2015," katanya.

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan satu pucuk pistol dari tangan terduga teroris tersebut.

Untuk diketahui, empat orang terduga teroris diamankan Detasemen Khusus 88 Antiteror di depan Pabrik Semen PT. Merah Putih, Jalan Raya Cilegon Anyer Ciwandan, Cilegon Banten, sekitar pukul 12.00 WIB, hari ini.