Ceramah Zakir Naik di Bandung Dikawal 448 Aparat Kepolisian

Kepala Polrestabes Bandung, Komisaris Besar Polisi Hendro Pandowo.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dede Idrus

VIVA.co.id – Sebanyak 448 personel disiagakan dalam pengamanan safari dakwah 'Dakwah or Destruction' Zakir Naik di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada Minggu 2 April 2017.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo menjelaskan, potensi ancaman yang diantisipasi dalam pengamanan yaitu adanya aksi menolak kedatangan.

"Total ada 448 personel baik dari Polrestabes Bandung dan bantuan dari Polda Jabar," ujar Hendro di Mapolrestabes jalan Jawa Kota Bandung Jawa Barat, Jumat 31 Maret 2017.

Hendro mengatakan, ring utama pengamanan Zakir Naik diberlakukan di Gymnasium. Sedangkan di luar gedung, pihaknya memberlakukan pengamanan tiga ring.

"Ring satu di gedung yang menjadi objek acara, ring kedua di area luar gedung seperti tempat parkir dan lainnya, ring ketiga di pintu masuk UPI, dan ring keempat di jalur lalu lintas menuju ke UPI," katanya.

Menurutnya, acara yang diprediksi akan dihadiri 10 ribu peserta itu, potensi berbagai ancaman muncul saat pelaksanaan.

"Ancaman yang diantisipasi tentunya yang membahayakan jiwa beliau dan juga penolakan. Tetapi sejauh ini belum ada tanda-tanda adanya penolakan kedatangan beliau," terangnya.

Hendro menambahkan, pengawalan terhadap Zakir Naik mulai diberlakukan Sabtu 1 April 2017 saat ustaz asal India ini datang di Bandung. "Beliau akan ada beberapa kegiatan selama berada di Kota Bandung," kata Hendro. 

Cendekiawan Muslim asal India, Dr Zakir Naik dijadwalkan menyampaikan ceramah terbuka di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Minggu, 2 April 2017. Ceramah terbuka untuk umum itu akan dilangsungkan pada pukul 08.00-12.00 WIB dengan target peserta 10 ribu orang dengan tema ‘Da'wah or Destruction’.