Polisi Pantau 30 Orang Berpaham Radikal di Garut

Kapolres Garut, Ajun Komisaris Besar Polisi Novri Turangga
Sumber :
  • VIVA.co.id/Diki Hidayat

VIVA.co.id – Dua perakit bom rakitan berbahan panci – yang salah satunya terlibat insiden konyol di Bandung akhir pekan lalu – diketahui berasal dari Garut. Mereka diketahui bukan hanya merakit, bahkan juga berperan menjadi eksekutor alias pengantin bom.

Polres Garut akhirnya terus melakukan pengawasan. Saat ini 30 orang di Garut diduga memiliki paham radikal.

Kapolres Garut, Ajun Komisaris Besar Polisi Novri Turangga, mengungkapkan bahwa paham tersebut berkembang di dua titik, baik perkotaan maupun pelosok desa.

Sebelumnya, Ahmad Sukri pelaku bom Kampung Melayu, Jakarta, meracik bom panci di rumah kontrakannya di Kampung Cempaka, Kelurahan Lebak Jaya, Karangpawitan, Garut. Lalu ada Agus Wiguna peracik bom panci yang meledak di rumah kontrakannya di Kampung Kubang Bereum, Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung.

Agus Wiguna diketahui beralamat di Kampung Cibelentuk, Bojong, Bungbulang, Garut, Agus berencana meledakan bom rakitan di tiga lokasi di Bandung.

"Memang kita sudah mendeteksi adanya paham radikalisme yang berkembang di wilayah perkotaan dan daerah selatan Kabupaten Garut, dari kedua pelaku tersebut keduanya berada di perkotaan dan pedesaan," ujarnya, Senin 10 JUli 2017.

Walaupun tidak disebutkan daerah mana saja daerah perkotaan atau pedesaan yang terindikasi sebagai tempat tinggal memiliki paham radikal. Namun Polres Garut terus mendeteksi setiap pergerakan ke-30 orang tersebut.

"Yang pasti, daerah-daerahnya sudah kami catat dan terus lakukan pengawasan," ungkap Novri.

Lanjut Novri, pihaknya juga meminta masyarakat Kabupaten Garut untuk membantu secara bersama-sama mengawasi pergerakan para pelaku teror yang meresahkan. 30 orang yang terus mendapat pengamatan diantaranya alumni ISIS dan mantan napi kasus terorisme yang pulang ke Garut.

"Memang jumlahnya ada sekitar 30 orang, akan kami awasi dan memantau, apakah mereka sudah benar-benar kembali ke masyarakat atau seperti apa," katanya. (ren)