Sekolah Wajib Bikin Laporan Kepribadian Siswa

Ilustrasi/Murid Sekolah Dasar.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna

VIVA.co.id – Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dirancang pemerintah untuk seluruh tingkatan sekolah di Indonesia akan menerbitkan student record atau laporan perkembangan dan kepribadian atau karakter siswa.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, laporan itu nantinya akan menjadi dasar catatan mengenai seorang pelajar dan bisa dipergunakan hingga ia menyelesaikan pendidikan.

"Mulai SD sampai SMA/SMK siswa itu punya student record. Catatan itu dimasukkan dalam data pokok pendidikan (Dapodik) di Kemendikbud. Itu abadi sampai anak itu selesai," ujar Muhadjir di Semarang, Kamis, 20 Juli 2017.

Muhadjir meyakinkan bahwa student record ke depannya akan sangat bermanfaat untuk siswa. Sebab, laporan itu akan bisa menjadi rujukan ketika mereka melamar pekerjaan.

Sebab, jika ke depan ada perusahaan meminta portofolio kepribadian siswa, data itu bisa langsung disediakan oleh Kemendikbud.

"Jadi tidak perlu wawancara yang bersangkutan. Lalu, kita tunjukkan dari SD sampai SMA apa saja yang pernah dia lakukan dalam arti positif," ujar Muhadjir.

"Misal aspek kepemimpinan pernah mimpin apa saja atau aspek kesenian ikut apa. Termasuk, siswa mahir bidang keagamaan apa saja".

Di bagian lain, Muhadjir kembali meluruskan kesalahpemahaman mengenai konsep lima hari sekolah yang kerap disebut full day school oleh sebagian kalangan.

Ia memastikan, secara prinsip tidak ada namanya full day school. Penggunaan lima hari sekolah semata demi menyesuaikan dengan waktu kerja aparatur sipil negara.

Tak cuma itu, jika ada penambahan waktu belajar, hal itu juga tak berlebihan. "Senin sampai Jumat jika ada tambahan 1 jam 20 menit, maka untuk SD menjadi pukul 12.10, mentok 12.30. Untuk SMP pukul 13.10 molor menjadi 13.30," kata Muhadjir.