Salat Id ala Prajurit TNI Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon

Prajurit TNI yang bertugas sebagai Pasukan Sementara PBB di Lebanon menggelar salat Idul Adha di wilayah Naqoura, Lebanon, pada Jumat pagi waktu setempat, 1 September 2017.
Sumber :
  • Pusat Penerangan TNI

VIVA.co.id - Prajurit TNI yang bertugas sebagai Pasukan Sementara PBB di Lebanon (Unifil) menggelar salat Idul Adha di wilayah Naqoura, Lebanon, pada Jumat pagi waktu setempat, 1 September 2017.

Dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI yang diterima VIVA.co.id, salat berjemaah itu dipusatkan di Lapangan Soedirman Camp dengan imam sekaligus khatib Rahmansyah Farouq, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Lebanon. Diikuti ratusan prajurit TNI serta beberapa tentara muslim dari negara lain, di antaranya India, Prancis, Tanzania, dan Srilanka.

Karena sedang bertugas menjaga perdamaian di negara itu, para prajurit tetap harus siaga dengan mengenakan seragam militer. Kamp tempat salat pun di tengah-tengah gurun. Panser-panser berwarna putih dan berlogo UN (United Nations; Perserikatan Bangsa-Bangsa) pun tetap disiagakan, bahkan dalam kesempatan itu dijadikan latar belakang mimbar khotbah.

Rahmansyah Farouq, dalam khutbahnya, mengingatkan kembali teladan Nabi Ibrahim membangun ketakwaan dan ketaatan melaksanakan perintah Allah, yaitu saat bermimpi diperintahkan menyembelih putranya, Nabi Ismail. Ibrahim melaksanakan perintah itu meski kemudian malaikat Jibril mengganti Ismail dengan domba.

"Dan pada saat itu juga semesta alam beserta seluruh isinya bertakbir Allahu Akbar; mengagungkan kebesaran Allah atas kesabaran kedua umat-Nya dalam menjalankan perintahnya," kata Farouq.

Usai salat berjemaah dan ceramah, seluruh prajurit saling bersalam-salaman, dilanjutkan ramah tamah dengan menikmati makanan khas Indonesia, yaitu rendang yang tidak ditemukan di daerah misi. Hal itu mengobati rasa rindu para Prajurit Pasukan Garuda pada kampung halaman. (ase)