Sebenarnya Apa Dampak Putusan AS soal Yerusalem

Aksi Protes terhadap Donald Trump dan Israel Soal Yerusalem
Sumber :
  • REUTERS/Muhammad Hamed

VIVA – Donald Trump resmi mengakui bila Yerusalem adalah ibu kota Israel. Presiden Amerika Serikat yang terpilih pada Pilpres 2016 lalu itu bak memantik sumbu 'perang'.

Trump dianggap telah mencederai sebuah kesepakatan internasional mengenai Yerusalem yang telah disusun sejak 70 tahun lalu oleh Perserikatan Bangsa Bangsa.

Bahkan mungkin apa yang kini diperbuat Trump bak menembus sejarah ratusan tahun lalu soal nasib Yerusalem yang selalu diperebutkan, dihancurkan dan dibangun kembali oleh penguasanya.

Lalu, sesungguhnya apa dampak pengakuan Amerika Serikat ini soal status Yerusalem?

Menabuh genderang perang

Aksi massa membakar bendera milik Israel sejak pengakuan AS atas Yerusalem milik Israel, Kamis (7/12/2017)/REUTERS/Zoubeir Souissi
 

Selama bertahun-tahun, AS selalu mematuhi kesepakatan negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina soal posisi Yerusalem. Setiap enam bulan sekali, AS pun memperpanjang komitmen mereka dengan cara menempatkan kedutaan mereka di Tel Aviv bukan di Yerusalem.

Ya, lewat itu setidaknya proses perdamaian yang sedang digagas banyak negara untuk Israel dan Palestina, bertahan. Namun demikian, dengan pernyataan Trump terbaru, maka peluang pintu perdamaian menjadi bak tertutup. AS bak memilih posisi di belakang Israel, ketimbang netral diantara kedua negara bertikai. Genderang perang pun bak ditabuh.

"Trump menghancurkan segala upaya two state solution," kata Ketua Negosiasi Palestina-Israel, Saeb Erakat.

Merampas Palestina


Sejak Israel menyatakan sebagai negara pada tahun 1948. AS dan Israel memang sudah intim sejak lampau. AS jugalah yang pertama kali mengakui Israel sebagai negara.

Sekaligus juga sebagai negara yang juga memprakarsai hubungan damai antara negara Arab dan Israel. Sejak itulah, Israel mendapatkan bantuan militer AS setidaknya 50 juta dolar per tahun.

Dan kini, hubungan AS dan Israel yang telah berjalan puluhan tahun makin menguat. Lewat Donald Trump, AS bak menjadi negara yang melindungi Israel atas posisi mereka di Yerusalem.

Berkat itu juga, maka perjuangan Palestina dan Yordania soal nasib kemerdekaan mereka jadi terhambat. Darah yang telah terserak sejak puluhan tahun bak menjadi sia-sia.

"Itu sama saja dukungan terhadap penjajahan dan penindasan rakyat Palestina," kata Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini.