Mensos: NKRI Dijaga para Relawan

Khofifah Indar Parawansa di Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 5 November 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

VIVA – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi signifikansi peran relawan dalam penanggulangan bencana alam dan bencana sosial di Indonesia, baik tahap kesiapsiagaan maupun layanan saat dan usai bencana. Melalui keterangan tertulis kepada VIVA, Minggu 10 Desember 2017, Mensos mengungkap pentingnya peran relawan.

"Apresiasi dan hormat saya kepada para relawan yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga serta jejaringnya dalam semua proses penanggulangan bencana. Saya mohon semua elemen relawan terus menjaga solidaritas dan kesetiakawanan sosial serta menebarkannya di lingkungan sekitar dan mengajak partisipasi masyarakat menjadi relawan-relawan di berbagai bidang," tutur Mensos saat menyampaikan arahannya pada Peringatan Hari Relawan Sedunia di Pendopo Kabupaten Pacitan, sekaligus peluncuran dimulainya Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS).

Di hadapan sekira 1.000 relawan, Khofifah mengungkapkan solidaritas dan kesetiakawanan penting untuk membangun kesadaran publik mengenai pentingnya relawan mengatasi masalah-masalah sosial yang ada dalam rangka pengembangan praktek kemanusiaan berbasis kerelawanan.

"Sejarah mencatat NKRI dijaga dan dikawal oleh para relawan. Indonesia berhasil meraih kemerdekaan atas peran relawan di mana rakyat bahu-membahu bersama seluruh komponen bangsa melawan penjajah. Semua bersatu padu dengan semangat kesetiakawanan sosial yang tinggi untuk satu tujuan yakni kemerdekaan Indonesia. Setelah itu  kerelawanan sangat penting untuk menjaga kemerdekaan yang telah kita raih," papar Khofifah serius.

Peringatan Hari Relawan Internasional yang kedua tahun ini  dilaksanakan di Kabupaten Pacitan untuk mengapresiasi ribuan relawan yang tengah membantu warga Pacitan yang terdampak banjir dan longsor tanggal 29  November lalu. Mereka berasal dari berbagai daerah, institusi dan profesi.

“Mereka membersihkan sisa-sisa lumpur dan kotoran paska banjir 29 November lalu, layanan kesehatan, air bersih, perlengkapan sekolah, dan lain-lain,” ucap Khofifah.

Relawan dari unsur Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kemensos bersama relawan dari berbagai unsur dan warga bahu-membahu membersihkan lumpur, kayu-kayu dan bebatuan yang masih menumpuk di rumah-rumah warga dan daerah terparah akibat banjir. Juga di pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Termas, pesantren Al- Anwar, Desa Mlati,  Ploso Kidul, Ploso Lor dan titik terdampak lainnya.

"Kegiatan ini merupakan dukungan  relawan dari seluruh Indonesia  untuk membantu meringankan beban paska bencana di Pacitan. Semoga yang kita lakukan dapat menjadi pengobat bagi masyarakat Pacitan agar segera pulih dan bangkit kembali," ujar Khofifah.