Moeldoko: Tugas KSP Bukan Bangun Relawan Jokowi

Jenderal (Purn) TNI Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

VIVA - Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan bahwa lembaga yang bertugas untuk mendukung presiden dan wakil presiden melaksanakan pekerjaannya itu sekadar menjalankan fungsi melakukan komunikasi politik. Hal itu diungkapkan saat Kepala KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Moeldoko membantah KSP melakukan pekerjaan politik dengan mengawal pembentukan organisasi relawan yang memiliki tujuan memenangkan Jokowi di Pemilihan Presiden 2019 tersebut.

"Itu (mengawal pembentukan relawan) bukan tugas KSP. Bahwasanya KSP melakukan komunikasi politik, iya. Tapi komunikasi politik dengan berbagai pihak, siapa pun yang datang ke KSP, kami terima. Tapi bukan berarti KSP itu membangun relawan untuk pemenangan, dan seterusnya. Tidak. Kita tidak ke sana mainnya," ujar Moeldoko di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Maret 2018.

Moeldoko menyampaikan, KSP akan kembali berkomunikasi dengan politikus Partai Golongan Karya (Golkar) Yorrys Raweyai terkait pernyataan yang ia sampaikan ke media usai bertemu Deputi IV KSP, Eko Sulistyo pada Selasa lalu, 27 Februari 2018. Mantan Panglima TNI ini menegaskan bahwa KSP sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan upaya memenangkan lagi Jokowi di Pilpres 2019.

"Jangan bicara sepihak seperti itu dong. Kita sama sekali tidak berbicara seperti itu. Jangan setelah keluar dari KSP, (memberi kesan) seolah KSP merestui," ujar Moeldoko.

Sebelumnya diberitakan, Yorrys menyampaikan bahwa dirinya melaporkan hasil rapat pimpinan nasional (rapimnas) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) ke KSP. Hasil rapimnas itu adalah pembentukan organisasi relawan yang berasal dari kalangan pekerja untuk memenangkan lagi Jokowi.

"Sebelumnya kita sudah melapor kepada Kepala KSP (terkait rencana pembentukan relawan), sehingga beliau (Kepala KSP Moeldoko), ikut monitor proses ini melalui Pak Eko," ujar Yorrys di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018.