Sindiran Pedas ICW untuk Belva yang Mundur dari Stafsus Jokowi

Presiden perkenalkan para staf khususnya yang milenial
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz

VIVA – CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara akhirnya mengundurkan diri dari posisi staf khusus (stafsus) Presiden Jokowi pada Selasa kemarin. Sikap Belva ini mendapat sorotan dari publik. 

Salah satunya Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut Belva seharusnya sadar dari awal. Sebagai pengusaha dan pejabat publik sangat rentan dengan konflik kepentingan.

Peneliti ICW, Wana Alamsyah mengatakan seharusnya Belva sudah mengundurkan diri menjadi stafsus milenial Presiden sebelum ramai kritikan. Menurutnya, kontroversi proses penunjukan lembaga Ruangguru.com sebagai mitra Kartu Prakerja jadi polemik dan memunculkan kegaduhan.  

“Sedari awal, setiap pejabat publik yang memiliki konflik kepentingan sudah seharusnya mundur dari jabatannya. Pun, ketika ditawarkan, sepatutnya harus mengundurkan diri dari jabatan di perusahaannya,” kata Wana kepada awak media, Rabu, 22 April 2020.

Wana lebih jauh menuturkan, dalam konteks Ruangguru.com sebagai mitra kerja Kartu Prakerja juga baiknya disetop terlebih dahulu. Kemudian, dilakukan evaluasi. Apalagi, perusahaan Ruangguru.com disebut sebagai anak perusahaan asal Singapura.

Selain itu, kata dia, penunjukkan Ruangguru.com sebagai mitra Prakerja memunculkan kesan penunjukan itu tak obyektif. Lalu, tak sesuai dengan peraturan presiden. 

“Sebab, proses pemilihannya pun tidak sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa," kata Wana.

Langkah Belva Devara yang akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai staf khusus presiden jadi perhatian. Pengunduran dirinya tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi miliknya.

"Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat  kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020 dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020," ujarnya.