Irma NasDem Ungkap Sosok Ideal Capres 2024: Tidak di Kiri atau Kanan

Irma Suryani Chaniago (kanan)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dede Rizky Permana

VIVA – Politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago mengatakan Indonesia perlu pemimpin muda dan cerdas serta bisa merangkul semua kalangan untuk 2024. Irma menyebut salah satu tokoh yang memiliki kriteria tersebut yakni Erick Thohir.

Bagi dia, Erick memang bukan dari Nasdem. Namun, ia dinilai memiliki sikap hidup dan komitmen membangun bangsa. 

Irma menyampaikan istilah restorasi Indonesia yang jadi tagline Partai Nasdem mencerminkan sikap politik partai tanpa mahar. Kata dia, sikap politik yang tegas dari hitam menjadi putih, dari korupsi menjadi amanah, dan dari pura-pura menjadi jujur.

"Dalam catatan sejarah Pemerintah RI, belum ada satu Menteri pun yang berani dan mau melaporkan Direksi perusahaan di bawah wewenangnya ke pihak yang berwajib karena kasus korupsi," kata Irma, kepada wartawan, Kamis, 28 April 2022. 

Menurutnya, dengan sikap itu, Erick menunjukkan sikap politik yang tegas dalam memberantas korupsi. Selain itu, berupaya membersihkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari praktik-praktik yang tidak terpuji.

Penghitungan surat suara Pilpres 2019 (Foto ilustrasi).

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Pun, Erick juga dinilai konsisten merangkul kembali insan BUMN yang terpapar paham khilafah untuk kembali menjaga ideologi bangsa. 

"Erick yang saya kenal adalah sosok anak muda sukses, kaya raya, tetapi tetap santun, dan tidak sombong. Beliau tipe yang mau mendengar dan enak diajak diskusi, mau menerima kritik dan masukan," lanjut Ketua DPP Nasdem itu. 

Kemudian, ia mengatakan, Indonesia saat ini butuh pemimpin yang mempersatukan 3  komponen; TNI, Polri dan Rakyat. Selain itu, Indonesia juga butuh pemimpin yang tahu kebutuhan rakyat, peningkatan sumber daya masyarakat, dan sekaligus kesadaran rakyat dalam bernegara. Kondisi itu yang nanti tercipta sense of belonging rakyat pada negara. "Dan, itu semua ada pada Erick Thohir," kata Irma. 

Dia menambahkan, Erick Thohir bukan kader partai. Namun, sangat tahu bagaimana menghargai dan merangkul partai politik. 

"Untuk itu, sekali lagi kita butuh pemimpin yang mampu mempersatukan, dia tidak di kiri ataupun di kanan, dia ada untuk kita semua Indonesia," kata Irma.