Gerindra Ikut Senang Jokowi Bertemu dengan GNPF MUI

Tim 7 GNPF saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara 25 Juni 2017.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVA.co.id – Pertemuan pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia dengan Presiden Jokowi pada Idul Fitri lalu di Istana Negara mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Termasuk dari petinggi Gerindra, partai yang berseberangan dengan kubu Jokowi pada Pemilihan Presiden 2014 lalu.

Bagi Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono, itu merupakan pertemuan yang sangat baik dan harus didukung semua elemen masyarakat. Sebab dengan demikian bisa mencairkan suasana politik yang panas pasca Pilkada DKI Jakarta.

"Dengan Presiden Joko Widodo menerima GNPF MUI, bertemu, sehingga Presiden dapat menerima penjelasan langsung dari GNPF MUI terkait persoalan yang terjadi misalnya terkait makar," kata Arief saat dihubungi VIVA.co.id, Rabu 28 Juni 2017.

Ia menjelaskan yang akan dilakukan sejumlah aktivis dan tokoh Islam saat melakukan Aksi Bela Islam, sebenarnya hanyalah Aksi umat yang menuntut sebuah keadilan terkait kasus Ahok dan bukan tujuan untuk makar.

Ia menambahkan bagusnya lagi pertemuan Presiden dengan GNPF MUI di Istana dalam suasana Hari Raya yang suci di mana hari yang sangat baik untuk saling silaturahmi dan memaafkan antar sesama umat.

"Semoga saja di lain waktu GNPF MUI dapat diterima lagi oleh Presiden jika ada sebuah kesalahpahaman yang terjadi atau miskomunikasi. Secara politik tentu saja dengan Joko Widodo berkomunikasi dan lebih dekat dengan GNPF MUI atau para ulama akan sangat menguntungkan bagi Presiden pada Pilpres 2019 jika Jokowi mencalonkan diri kembali," kata Arief. (ren)