Revitalisasi Labuan Bajo oleh ASDP Capai 60 Persen

Pulau Padar Labuan Bajo NTT
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria

VIVA – PT ASDP Indonesia Ferry, saat ini tengah melakukan revitalisasi kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Revitalisasi tersebut sudah dilakukan sejak awal 2018 untuk menyambut pagelaran pertemuan IMF-World Bank.

Direktur Utama PT ASDP Ira Puspadewi mengatakan, hingga saat ini progres penyelesaian revitalisasi Labuan Bajo telah mencapai 60 persen atau dalam proses finishing pada tahap-tahap akhir yang memang sedikit rumit dan detail.

"Kalau struktur sudah selesai yah, lagi di finalisasi. Harapannya tetap pas pada pertemuan IMF komersil area sudah siap. Kalau (hitungan) saya itu final (progresnya) 60 persen lah sekarang," ucap Ira ditemui usai melaporkan progres revitalisasi Labuan Bajo di Kemenko Kemaritiman, Jumat, 8 Juni 2018.

Ira juga menjelaskan, revitalisasi tersebut termasuk membangun hotel, komersil area maupun marina. Dengan harapan, Labuan Bajo tidak lagi hanya menjadi tempat singgah wisatawan untuk ke pulau komodo, melainkan juga bisa menjadi destinasi wisata baru.

"Orang ke sana biasanya tidur aja, malam terus enggak bisa ngapa-ngapain, karena memang enggak ada apa-apa. Maka dengan adanya komersil area, orang bisa kumpul-kumpul di tepi pantai, dibangunan itu jadi destinasi baru buat Labuan Bajo secara keseluruhan. Itu yang ingin kita kembangkan," ungkapnya.

Selain menjadi tempat destinasi wisata baru, Ira berharap, revitalisasi Labuan Bajo juga bisa menciptakan lapangan kerja baru maupun mengangkat peradaban lokal yang selama ini tidak terjangkau dan tidak menarik.

"Kurang lebih ada tenaga kerja yang sampai 500an tenaga kerja baru lokal yang bisa diserap dari proyek ini, dan yang lebih penting, pelabuhan yang suasananya langsung berubah, ini akan menjadi peradaban yang naik di Labuan Bajo. Karena ada bangunan yang bagus, tertata rapi, kemudian konsumen juga lebih punya tempat destinasi tadi," ucap dia.

Karenanya, kata dia, revitalisasi tersebut tidak hanya akan menggerakan perekonomian masyarakat lokal namun juga mengangkat peradabannya, sebab dengan semakin terbiasanya masyarakat melayani pasar yang lebih tinggi, maka dengan otomatis peradaban sekitar akan ikut terdorong naik.

"Nah kalau sebuah bangsa terbiasa melayani market yang tinggi, itukan berarti naik kelasnya negara dan bangsa itu di sekitar. Itu yang lebih penting. Dan menurut saya, jauh lebih meaningful dibanding kan nilai bisnis bagi ASDP, mengangkat peradaban itu," ungkapnya.

Terkait investasi ASDP untuk proyek tersebut, Ira mengatakan, mencapai Rp400 miliar, yang sumbernya berasal dari Internal perusahaan maupun eksternal.