Bisnis Maskapai Garuda dan Citilink Tak Terganggu Insiden Lion Air

Maskapai Garuda Indonesia dan CItilink.
Sumber :

VIVA – Pasca insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, kepercayaan konsumen terhadap layanan penerbangan Indonesia masih cukup tinggi. Meskipun bisnis Lion Air mulai menurun, untuk maskapai penerbangan lain pesanan penerbangannya masih normal. 

Sekretaris Perusahaan Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengungkapkan, sejauh ini tidak ada penurunan penumpang dalam pelayanan penerbangan di Garuda Indonesia. Seluruh pesanan berjalan dengan normal. 

"Secara umum sih normal aja. Tidak ada kenaikan signifikan atau penurunan. Normal aja," kata Ikhsan saat dihubungi VIVA, Rabu 7 November 2018. 

Ia pun mengatakan, sejak awal tahun hingga kuartal III-2018 tingkat keterisian penumpang atau load factor Garuda Indonesia cenderung membaik. Hal ini disumbang oleh penerbangan ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia yang meningkat seperti ke Bali. 

Selain itu, penerbangan non tradisional seperti ke Yogyakarta hingga Semarang juga meningkat. "Load factor tahun lalu 74 persen, kalau tahun ini sampai kuartal III-2018 itu membaik, tapi angkanya harus saya cek dulu," katanya. 

Terkait anak usaha Garuda Indonesia di sektor maskapai berbiaya hemat (Low Cost Carrier/LCC), Citilink Indonesia, kurang lebih membukukan kinerja yang sama sejak awal tahun. Secara umum, bisnis layanan penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink tidak terganggu oleh insiden kecelakaan Lion Air. 

"Citilink juga trennya seperti itu," tutur Ikhsan.