Karyawan Kontrak dan Honorer Bisa Dapat KPR Subsidi, Begini Caranya

Ilustrasi proyek perumahan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

VIVA – Para pegawai honorer atau kontrak selama ini mengalami kesulitan untuk mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang diajukannya ke bank. Salah satunya karena status mereka yang bukan pegawai tetap, membuat bank sulit mengabulkan pengajuan kredit tersebut.

Meski demikian kini ada angin segar mengenai hal tersebut. Direktur Consumer & Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar mengatakan, membidik pegawai honorer ataupun kontrak merupakan salah satu strategi BTN menggenjot penyaluran KPR Subsidi. Khususnya pada Karena itu kermitraan dengan berbagai instasi baik Pemerintah dan swasta akan terus digenjot.

Dia mencontohkan, pada 23 Juni kemarin, BTN telah menggelar akad perdana KPR Subsidi bagi pegawai honorer di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman BTN dan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR tahun lalu.

“Selama ini pegawai honorer kesulitan mengakses pembiayaan perumahan, kami harap dengan kerja sama kali ini, BTN bisa membantu pegawai honorer memiliki rumah impian dengan skema Fasilitas Lunak Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT),” kata Hirwandi secara virtual di acara Akad KPR Subsidi Perdana di Kementerian PUPR, Jakarta, dikutip, Kamis, 24 Juni 2021.

Hirwandi mengungkapkan, dari kerja sama ini BTN membidik sekitar 2.000 KPR baru dari pegawai honorer yang bekerja di lingkungan PUPR. Adapun ada syarat yang harus dipenuhi pegawai honorer untuk mendapatkan fasilitas KPR subsidi baik dengan skema FLPP maupun BP2BT.

Baca juga: Cumloude Dapat Jatah Kusus dalam Penerimaan CPNS 2021, Ini Syaratnya

Yaitu, memiliki KTP, mendapat rekomendasi dari atasan yang bersangkutan, menyertakan daftar gaji, dan lama bekerja sesuai ketentuan.

“Untuk FLPP aturannya sesuai dengan yang ditetapkan Kementerian PUPR, namun bagi yang tertarik skema BP2BT, BTN menjanjikan diskon provisi dan administrasi, selain fitur seperti suku bunga fixed yang lebih panjang yaitu selama 10 tahun,” tambahnya.

Menurut Hirwandi, BTN membidik kerja sama dengan instansi lain baik swasta maupun instansi pemerintah untuk dapat memberikan fasilitas KPR Subsidi kepada pegawai honorer ataupun kontrak.

“Program ini bisa dimasukkan sebagai bentuk apresiasi kepada pegawai honorer yang berkinerja baik,” papar Hirwandi.

Dengan penambahan pegawai honorer sebagai sasaran KPR subsidi, lanjut dia, BTN berharap dapat menghabiskan kuota KPR subsidi yang digelontorkan Pemerintah lewat BTN. Pada 2021, BTN mendapatkan kuota FLPP sebanyak 86.000 unit dan telah merealisasikan KPR FLPP sebanyak 53.000 unit hingga Mei 2021.

“Kami optimistis dapat menyerapnya dengan baik dan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian PUPR termasuk ketentuan terkait kualitas perumahan yang ditawarkan pengembang,” paparnya.

Hirwandi menuturkan, selain FLPP, BTN juga menyalurkan KPR BP2BT. Yang, kuotanya mencapai 11.000 unit dan juga KPR Tapera yang telah melangsungkan akad perdananya pada akhir Mei 2021 lalu.