Jepang Beli Cangkang Sawit RI US$12 Juta Per Tahun, Untuk Apa?

Buruh memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di areal perkebunan sawit
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Jojon

VIVA – Pelaku usaha industri biomassa Jepang bakal membeli cangkang sawit asal Indonesia senilai US$12 juta per tahun. Pembelian ini dilakukan untuk mendukung bauran energi terbarukan di negara tersebut.

Potensi transaksi ekspor ini hasil fasilitasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta dan Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit (APCASI).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi mengatakan, komitmen pembelian ini akan terus dapat menjaga surplus perdagangan Indonesia ke depannya.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 27 November 2021 Turun Tipis

"Komoditas berpotensi ekspor dengan permintaan dan nilai jual yang tinggi di pasar global, salah satu komoditas tersebut adalah cangkang kelapa sawit,” kata dia Sabtu, 27 November 2021.

Dia mengatakan, Jepang saat ini merupakan pasar terbesar bagi cangkang sawit dan diperkirakan akan terus menjadi pasar utama untuk komoditas tersebut. Ini didukung kebijakan energi Jepang yang menetapkan 24 persen pemenuhan energi di Jepang pada 2030 harus berasal dari energi baru dan terbarukan.

Sebelumnya, Pada April 2021 Jepang telah menerima pengiriman cangkang sawit oleh PT International Green Energy sebanyak 10 ribu ton dan PT Prima Khatulistiwa Sinergi sebanyak 11 ribu ton pada awal November 2021.

"Lalu pada awal Desember 2021, akan dikirim cangkang sawit sebanyak 20 ribu ton oleh PT Jatim Propertindo untuk memenuhi kontrak serupa dengan perusahaan di Jepang," tegas dia.

Kelapa sawit

Photo :
  • vstory

Kemendag mencatat, produksi cangkang sawit dunia sebagian besar berada di Indonesia. Ekspor produk cangkang sawit Indonesia pada Januari–September 2021 telah mencapai USD 286 juta, atau meningkat 27,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020.

Negara tujuan ekspor utama produk cangkang sawit Indonesia adalah Jepang dengan pangsa sebesar 84,5 persen dari total ekspor cangkang sawit Indonesia, diikuti Thailand, Singapura, Korea Selatan, dan India.

"Pasokan cangkang sawit di Indonesia berasal dari Jambi, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara," ungkapnya.

Kompetitor utama Indonesia untuk produk cangkang sawit adalah Malaysia dan Thailand. Namun demikian, eksportir cangkang sawit Indonesia menghadapi kompetisi yang relatif ketat dengan eksportir Malaysia.

Harga cangkang sawit di Malaysia relatif lebih murah dan stabil, sedangkan harga di Indonesia fluktuatif dan cenderung naik akibat bea keluar dan pungutan ekspor, serta kurangnya infrastruktur pendukung.