Waduh, PSG Didenda karena Langgar Aturan UEFA

Selebrasi pemain Paris Saint-Germain (PSG)
Sumber :
  • Twitter: PSG

VIVA Bola – Di balik sederet pemain bintang dengan gaji tinggi di Paris Saint-Germain (PSG), rupanya mereka mencatat kerugian signifikan musim lalu. Dilansir dari Sportskeeda, kondisi tersebut muncul lantaran pengeluaran gaji pemain yang membengkak. 

Raksasa asal Prancis ini mengalokasikan gaji sebesar 730 juta euro yang belum pernah terjadi sebelumnya, angka 45 persen lebih tinggi dari rekor sebelumnya yang dipegang oleh Barcelona pada tahun 2019.

Menurut Mundo Deportivo, jumlah yang besar ini menyebabkan UEFA meluncurkan penyelidikan dan kemudian mendenda PSG sebesar 10 juta euro karena melanggar peraturan ekonomi.

Pemilik PSG, Tamim bin Hamad Al Thani (kanan)

Photo :
  • Twitter/Route1futbol

Kendati demikian, Les Parisiens perlu segera mengurangi biaya. Jika gagal melakukannya, mereka akan menghadapi hukuman yang lebih berat dari badan pengatur tertinggi Eropa – denda hingga 65 juta euro. 

Pengeluaran yang disebabkan gaji tinggi ini jauh lebih besar dari catatan pengeluaran Barcelona sebelumnya. Keuangan Blaugrana memasuki kesulitan setelah terungkap bahwa mereka menggelontorkan 541 juta euro untuk gaji. 

Alokasi dana 730 juta euro untuk gaji pemain paling boros dihabiskan untuk pemain seperti Lionel Messi, Sergio Ramos, Gianluigi Donnarumma, dan Achraf Hakimi. Belum lagi pada tahun 2022 PSG memperbarui kontrak Kylian Mbappe bersama dengan pembelian pemain baru Vitinha dan Nuno Mendes.

Delapan catatan penggajian terakhir membuat Barcelona tampil di lima antaranya bersama Real Madrid, Manchester City, dan PSG yang juga masuk dalam daftar. 

Setelah Qatar mengakuisisi klub lebih dari 11 tahun yang lalu, mereka bertekad menghabiskan apapun yang diperlukan untuk meraih juara Liga Champions. 

Mereka menghambur-hamburkan dana, menunjukkan indikasi yang jelas mereka bersedia melangkah lebih jauh untuk sukses di panggung tertinggi klub Eropa. Anggaran gaji 730 juta euro memperjelas hal ini. 

Namun PSG tetap harus mematuhi secara ketat aturan Financial Fair Play (FFP) dari UEFA. Artinya, mereka harus mengambil langkah drastis seperti memangkas gaji atau melepas pemain tertentu yang dianggap surplus sesuai persyaratan.