Isyarat Persipura Lepas Boaz Solossa karena Masalah Berat

Pemain Persipura Jayapura menjajal olahraga basket.
Sumber :
  • instagram.com/persipurapapua1963

VIVA – Tidak pernah ada yang menyangka, seorang Boaz Solossa akan pergi dari Persipura Jayapura dengan permasalahan yang menimbulkan kontroversi. Tapi semua itu benar-benar terjadi. Striker berusia 35 tahun sudah mengambil surat pelepasan resmi pada Rabu 7 Juli 2021.

Boaz tidak sendirian dilepas oleh manajemen. Pemain senior lainnya, Yustinus Pae juga mengalami kejadian sama. Mereka resmi dilepas oleh manajemen dengan alasan tindakan indisipliner. Tapi apa yang menjadi sebabnya masih jadi misteri.

Manajemen Persipura tak mau memberitahu permasalahan secara gamblang. Tapi yang pasti, apa yang dilakukan kedua pemain senior tersebut sudah tidak bisa ditolerir lagi. Akhirnya pelepasan jadi kebijakan terakhir manajemen.

Pelatih Persipura, Jacksen F. Tiago tak memungkiri momen ini membuat semua orang di dalam tim ikut terpengaruh. Sejak awal mereka sudah komitmen untuk tetap bersama dari awal sampai akhir.

"Tadi saya bicara kepada teman sebelum latihan. Tidak ada satu pun dari kita di dalam tim yang mau hal seperti ini terjadi. Itu sudah pasti. Kita membentuk tim ini untuk kita semua elemen ada di sini ada dari awal sampai akhir," kata Jacksen, dikutip dari Youtube resmi Persipura.

"Tapi dalam perjalanan kita terjadi beberapa persoalan. Kita semua tahu, Boaz, Tipa, jasa dan peran mereka dalam tim sebesar apa. Saya sebagai pelatih dari aspek teknis tahu persis seperti apa kemampuan mereka karena sudah sekian tahun bersama," imbuhnya.

Jacksen juga memiliki sikap sama seperti dengan manajemen, yakni tidak mau bicara gamblang mengenai alasan kedua pemain itu dilepas. Tapi dia memberi isyarat ada masalah berat yang dilakukan dan itu terjadi sebelum mereka uji coba melawan Persita Tangerang.

Dalam uji coba itu, terjadi keributan di atas lapangan. Semua mata menyorot ke persoalan tersebut. Tapi menurut Jacksen, masalah berat terjadi justru di ruang ganti sebelum pertandingan dilakukan.

"Apa yang terjadi kemarin itu, kita yang di dalam tim tahu persis apa yang terjadi. Sebuah hal fatal terjadi. Sebagai pelatih, selama ini saya tidak pernah mengalami situasi seperti sebelum pertandingan melawan Persita," tuturnya.

"Banyak orang fokus terhadap keributan pertandingan, tapi sebelum pertandingan di ruang ganti, kita juga bahas tadi, dan itu adalah sesuatu yang tidak wajar, dan berhubungan dengan banyak hal, bukan faktor indisipliner saja, tapi ada faktor lain, keselamatan nyawa orang juga," imbuhnya.

Juru taktik asal Brasil itu memahami, orang di luar tim mungkin menganggap masalah ini biasa. Tapi mereka yang ada di dalam tahu betul betapa perkara hebat terjadi, dan jelas semua itu menyebabkan kesedihan.

"Orang luar tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang jelas untuk terjadi hal seperti itu bukan sebuah perkara yang kecil. Pasti sebuah perkara yang sangat luar biasa besar. Kita sedih, jelas kita sedih dan dari dulu saya selalu bilang itu karena keluarga," ujar Jacksen.

"Saya pernah keluar dari Persipura dan saya tahu bagaimana rasa sakitnya. Saya tahu luka itu pasti sulit untuk disembuhkan. Yang jelas kita tahu, kita semua pegang teguh firman Tuhan, dan kita yakin semua itu adalah rencana Tuhan."