Parah, 11 Kali Paul Pogba 'Lecehkan' Manchester United

Gelandang Manchester United, Paul Pogba
Sumber :
  • Twitter/@paulpogba

VIVA – Paul Pogba sekali lagi mengguncang Manchester United melalui ucapan agennya, Mino Raiola. Ucapan itu mengindikasikan bahwa pemain asal Prancis itu sudah ngebet hengkang dari Old Trafford.

Pada Jumat 18 September 2021, Mino Raiola mengungkapkan bahwa Juventus selalu ada di hati kliennya.

Dia juga menegaskan, kembali ke Juventus, bukan hal yang mustahil bagi Pogba. Semua tergantung sejauh mana keinginan Juventus.

"Paul Pogba habis kontrak Juni depan, jadi kami akan berbicara dengan MU dan lihat saja apa yang akan terjadi," kata Raiola kepada Rai Sport. 

"Turin masih di hatinya. Pogba berkesempatan kembali ke Juventus, tapi tergantung Juventus," sambungnya.

Ya, setelah kembali pada tahun 2016 dengan rekor dunia £ 89 juta, Porga terus-menerus dikaitkan dengan kepindahan dari Old Trafford. Entah itu ke Real Madrid, Paris Saint-Germain atau kembali ke Juventus.

Pernyataan di atas sejatinya bukan hal yang baru. Pogba dan Raiola secara konsisten menciptakan drama dan membuat berita utama tentang masa depannya. 

Melansir Mirror, Pogba dan Raiola  sudah 11 kali melecehkan Man United, dengan pernyataan ingin hengkang, atau tidak betah di tim. Berikut rangkumannya:

Mei 2018

Menyusul penampilan buruk Setan Merah di akhir musim 2017-18, di mana mereka finis di urutan ke-2 klasemen Premier League. Keluarnya Pogba sangat mungkin terjadi pada bursa transfer musim panas saat itu.

Apalagi sang pemain mengaku tidak yakin tentang masa depannya di MU. "Saya tidak pernah yakin apa pun kecuali secara kontrak," kata Pogba kepada outlet Prancis Canal+.

"Saya tidak pernah bisa melihat jauh ke masa depan. Itu juga tergantung bagaimana kelanjutannya dengan klub, bagaimana semuanya berjalan." ucapnya.

Agustus 2018

Pada Agustus 2018, Jose Mourinho secara mengejutkan menyerahkan ban kapten kepada Pogba untuk pertandingan pembuka Premier League di kandang melawan Leicester City setelah ia membantu Prancis meraih kejayaan Piala Dunia di Rusia musim panas itu.

Pogba mencetak gol pembuka lewat penalti dan membawa United menang 2-1. Pernyataan Pogba setelah pertandingan telah membuat heboh. "Ada beberapa hal dan ada hal-hal yang tidak bisa saya katakan jika tidak saya akan didenda." ucapnya.

September 2018

Beberapa minggu kemudian, Mourinho melepaskan ban kaptennya, Mourinho dikabarkan memberi tahu Pogba bahwa dia tidak akan pernah menjadi kapten klub lagi.

“Ada banyak pembicaraan, tetapi hanya seperti itu, saya terikat kontrak di Manchester,” kata Pogba.

"Masa depan saya saat ini di Manchester, saya masih memiliki kontrak, saya bermain di sana saat ini, tetapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan."

Maret 2019

"Seperti yang selalu saya katakan, Real Madrid adalah impian bagi siapa pun. Itu salah satu klub terbesar di dunia. Ada juga Zinedine Zidane sebagai pelatih dan itu adalah mimpi bagi siapa saja yang menyukai sepakbola," kata Pogba, soal rumor ke Madrid.

"Untuk saat ini, saya di Manchester. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saya di Manchester dan saya bahagia."

Juni 2019

"Ada banyak pemikiran. Saya telah tiga tahun di Manchester dan telah melakukan yang terbaik - beberapa momen bagus dan beberapa momen buruk, seperti semua orang, seperti di tempat lain," kata Pogba yang ingin tantangan baru.

"Setelah musim ini dan semua yang terjadi, dengan musim saya menjadi musim terbaik saya ... ini bisa menjadi saat yang tepat untuk memiliki tantangan baru di tempat lain." 

Januari 2020

"Hari ini saya tidak akan lagi membawa siapa pun ke sana. MU juga akan menghancurkan [Diego] Maradona, Pele dan [Paolo] Maldini," klaim Raiola.

"Tapi sekarang masalah Pogba adalah Manchester - itu adalah klub yang keluar dari kenyataan, klub yang tidak punya proyek olahraga. Paul membutuhkan tim dan klub, seperti Juve.

Februari 2020

Raiola seperti biasa mengekspresikan perasaan Pogba. Saat itu, dia tidak berbasa-basi ketika ditanya apa yang bisa terjadi di masa depan untuk Pogba, yang mengalami musim 19-20 dengan sulit karena sering dibekap cedera.

"Pogba merasa betah di Italia; Italia seperti rumah atau keluarga keduanya, perasaan yang sama dengan Zlatan Ibrahimovic. Itu sebabnya Paul ingin kembali ke Juventus.

"Tapi kita akan membicarakannya setelah Euro 2020. Pogba ingin selalu bermain di level terbaik ... tapi dia tidak bisa lepas dari Manchester United sekarang, di saat ini di mana klub tidak memiliki periode yang baik."

Maret 2020

Sebulan kemudian, Raiola menguraikan 'hubungan baiknya' dengan raksasa Spanyol, Real Madrid. Sementara Pogba baru pulih dari cedera di awal pandemi COVID-19.

"Hubungan saya dengan Real Madrid sangat baik. Saya ingin membawa pesepakbola hebat ke sana dan saya akan mencobanya musim panas ini. Ini akan menjadi kebanggaan bagi saya dan pesepakbola saya karena Real Madrid adalah klub hebat," kata Raiola.

"Paul sedang melalui masa sulit, tapi biar jelas karena di Inggris mereka sangat sensitif, Pogba fokus untuk membuat akhir musim yang bagus bersama Manchester United.

Oktober 2020

Setelah Pogba ramai dirumorkan bakal hengkang ke Real Madrid. MU dikabarkan mulai gencar memberikan tawaran perpanjangan kontrak. Namun, Pogba membantah hal itu.

"Tidak ada yang memberi tahu saya apa pun. Saya belum berbicara dengan Ed Woodward. Kami belum berbicara tentang kesepakatan baru," ungkap Pogba.

“Semua pemain sepakbola akan senang bermain untuk Real Madrid. Ini adalah mimpi bagi saya, mengapa tidak suatu hari nanti?

Desember 2020

Raiola kembali mengucapkan kalimat yang pedas pada MU tentang Pogba. Dia mengklaim, karier Pogba di MU sudah habis.
 
"Paul tidak bahagia di Manchester United, dia tidak bisa lagi mengekspresikan dirinya seperti yang dia inginkan atau dengan cara yang diharapkan," kata Raiola.

"Dia perlu pindah tim, dia membutuhkan perubahan. Dia memiliki kontrak yang berakhir dalam waktu satu setengah tahun, pada musim panas 2022, tetapi saya pikir solusi terbaik adalah untuknya. untuk pergi di jendela transfer berikutnya.