Bahan Bakar Organik Kurangi Emisi Karbon Pesawat

Atraksi Pesawat Tempur di HUT TNI ke-66
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat menyatakan, bahan bakar organik atau biofuel efektif untuk mengurangi emisi karbon dan jejak kondensasi atau contrail dari asap yang dikeluarkan oleh pesawat saat mengudara. NASA bersama dengan peneliti dari Jerman dan Kanada menguji pesawat DC-8 antara 2013 dan 2014. Pesawat tersebut diketahui menggunakan bahan bakar fosil dicampur biofuel.

"Penggunaan biofuel dalam pesawat dapat memangkas partikel emisi karbon sebesar 70 persen dan juga mengurangi pembentukan contrail, yang berdampak negatif atmosfer," kata para peneliti NASA, dilansir Tech Times, Jumat 17 Maret 2017.

Jejak kondensasi dihasilkan dari hubungannya emisi panas dari mesin pesawat dan udara dingin di ketinggian. Meskipun jejak kondensasi yang berisi uap air dan kristal es, bisa menjadi masalah ketika awan cirrus terbentuk. Kondisi ini dapat mengganggu proses cuaca alam.

Pada umumnya, untuk biofuel menggunakan bahan tanaman seperti halohytic dan limbah hutan yakni camelina.

Seperti halnya untuk transportasi darat, riset dilakukan agar biofuel digunakan untuk mengurangi emisi karbon. 

Menurut data Asosiasi Transportasi Udara Internasional, pada 2015 jumlah karbon dioksida di atmosfer dari penerbangan sebesar 780 juta ton. Mereka berharap, industri penerbangan beralih ke biofuel, sehingga ditargetkan pada 2017, setidaknya 10 persen bahan bakar organik telah digunakan untuk bahan bakar pesawat. Diharapkan ke depan 80 persen emisi oleh pesawat terbang bisa berkurang.