Ilmuwan: Ruang Angkasa Dipenuhi Minyak Kotor

Ilustrasi Tata Surya.
Sumber :
  • www.pixabay.com/makeunicorngreatagain

VIVA – Meski terlihat dingin, gelap dan kosong, para astronom mengungkapkan bahwa ruang antarbintang diresapi dengan kabut halus dari molekul yang mirip minyak.

Studi ini memberikan perkiraan paling tepat tentang jumlah “grease trap” atau alat perangkap minyak di Bima Sakti dengan menciptakan kembali senyawa berbasis karbon di laboratorium.

Tim peneliti gabungan dari Australia dan Turki ini menemukan lebih dari 10 miliar triliun ton gloop, atau setara dengan 40 triliun paket mentega.

Guru Besar Kimia dari Universitas New South Wales, Sydney, Australia, Tim Schmidt mengatakan bahwa kaca depan pesawat luar angkasa di masa depan yang melakukan perjalanan melalui ruang antarbintang mungkin akan terkena lapisan bertekstur lengket.

"Hal lain yang akan terjadi adalah debu antarbintang, minyak, jelaga (butiran arang) dan silikat seperti pasir. Minyak akan tersapu habis dalam Tata Surya akibat angin Matahari," kata Schmidt, dikutip dari The Guardian, Kamis 28 Juni 2018.

Temuan ini membuat Schmidt dan ilmuwan lainnya lebih mudah untuk mencari tahu jumlah total karbon di ruang antarbintang, yang menjadi bahan bakar pembentukan bintang, planet, dan tentunya sangat penting bagi kehidupan.

Hingga kini belum ada ketidakpastian mengenai jumlah karbon yang melayang di antara bintang-bintang. Namun, sekitar setengahnya diharapkan bisa ditemukan dalam bentuk yang masih murni.

Sisanya secara kimia terikat dengan hidrogen dalam bentuk mirip minyak, atau dikenal sebagai karbon alifatik atau gas naftalena, komponen kimia utama kapur barus.

Mereka menemukan sekitar 100 atom karbon berminyak untuk setiap juta atom hidrogen yang terhitung antara seperempat dan setengah dari karbon yang tersedia di Bima Sakti.

"Minyak di ruangan ini (Bima Sakti) bukan jenis yang bisa Anda sebar di sepotong roti panggang. Ini kotor. Kemungkinan beracun dan hanya terbentuk di lingkungan ruang antarbintang dan laboratorium kami," ujarnya.