Cukup Pakai Memori 1,5 GB, Game Mobile Shellfire Bisa Dimainkan

Game mobile Shellfire.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Novina Putri Bestari

VIVA – Operator telekomunikasi Telkomsel pertama kalinya resmi menjadi publisher game untuk Shellfire. Dengan demikian, Telkomsel mengembangkan diri terhadap ekosistem game. Pasca menjadi publisher, anak usaha Telkom ini berencana merilis tujuh game baru.

General Manager Games dan Aplikasi Telkomsel, Auliya Ilman Fadli mengatakan, Shellfire merupakan aplikasi game mobile dengan sub genre FPS (First Person Shooter) dan Moba (Multiplayer Online Battle Arena).

Permainan ini bercerita mengenai settingan di masa depan, di mana sebagian besar manusia punah akibat perang nuklir. "Ekosistem game itu ada developer, publisher, payment, dan customer. Posisi kami sebagai payment dan juga publisher,” ungkapnya di Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018.

Auliya menyebut akan ada dua kelompok karakter yang ada terdapat di game Shellfire. Pertama, Dawn Guard yang bertugas untuk melindungi harapan manusia untuk survive dan menjaga kedamaian. Kedua, Alohacrops yang mengontrol kehidupan manusia.

Selain itu, akan ada 15 karakter termasuk empat karakter utama. Ivana digambarkan sebagai snake spirit, Downey sebagai tech maniac, Diana sebagai kiss of death, dan Spanky sebagai soldier.

Beberapa fitur di game ini seperti auto fire untuk menggerakkan dan menembak secara bersamaan, zombie, dan island war. Fitur island war bisa dimainkan 25 pemain sekaligus untuk bermain last man standing.

Auliya menuturkan bahwa Shellfire sudah dirilis versi beta di Google Play pada minggu lalu dan sudah diunduh 160 ribu orang dengan 30 ribu pengguna aktif hingga Minggu, 30 September kemarin.

"Nah, hari ini sudah dirilis versi full untuk pengguna Android. Target kami sampai akhir tahun ini tiga juta download dan pengguna iOS juga bisa men-download. Active user-nya 500 ribu," kata Auliya.

Game ini disuguhkan bagi pemain yang menggunakan smartphone middle-up. Ia mengatakan memori 1,5GB sudah bisa untuk memainkan
Shellfire.

"Kalau ponsel seperti Xiaomi dan Oppo bisa pakai. Enggak butuh spesifikasi besar. Secara ukuran juga kecil, cuma 600-700MB setelah di-install," tegasnya.

Sementara itu, Media Relations Manager, Singue Kilatmaka menambahkan, untuk menjadi developer game, ia menyatakan akan melihat keadaan di tahun depan. Salah satunya melihat kemampuan perusahaan.

"Karena ini game jadi agak berbeda untuk develop-nya. Ada seni di situ. kita melihat kemampuan tahun depan seperti apa," papar dia.

Saat ini Telkomsel sedang mengembangkan diri untuk menjadi digital company. Game Shellfire menjadi batu loncatan menuju ke arah sana.

"Kita enggak bilang kita sudah jadi developer, tapi kita publisher dulu. Karena developer kita butuh unit usaha yang fokus dan kita lagi kembangin sih. Cost-nya juga lumayan besar," ujar Singue, tanpa mau menyebut angka. Ia mengaku bahwa Shellfire akan dirilis di sejumlah negara di Asia Tenggara.